Site icon Berita Kota Makassar

Gereasi Muda Jangan Tergilas Revolusi

MAKALE, BKM — Lembaga Veteran Republik Indonesia (LVRI) Tana Toraja, Selasa (29/3) silaturrahmi ke DPRD Tana Toraja guna menyamakan visi mendukung program Pemkab menuju Tana Toraja Unggul dan Sejahtera.
Rombongan legium Veteran diterima Ketua DPRD Welem Sambolangi, Wakil Ketua Andareas Tadan dan 7 ketua fraksi Kristian Lambe (Demokrat), Stepanus Maluangan (PDIP), Selmy Sattu (Hanura) Ramdan Sampetoding (Golkar), Amir Loga (PKPI), Beatriks Palamba (Nasdem) dan Kendek Rante (Gerindra) di ruang rapat Ketua DPRD.
Welem Sambolangi menjelaskan, kita bangga dengan para mantan pejuang yang tergabung dalam LVRI, meskipun usia sudah tua namun semangat juang tetap muda.
Semangat juang diwariskan legium veteran kepada generasi muda sekaligus menjadi inspirasi mengajak kita berpartisipasi dalam pembangunan Tana Toraja lebih baik kedepan, kata Welem.
Sejarah diwariskan para veteran kepada kita jangan pernah luntur dan pudar karena ditelan repolusi, melainkan sebagai semangat dan energy baru terus berpikir dan berbuat, sehingga kita jangan pernah digilas repolusi tiada habisnya.
Wakil Ketua Andareas Tadan, kehormatan bagi wakil rakyat kehadiran para legium veteran bersilaturrahmi ke DPRD sebab ide dan gagasan mengajak kita lebih mandiri sudah mapan dalam diri para veteran.
Untuk itu kita sebagai generasi muda jangan pernah melupakan sejarah sekalipun dinamika politik terus berkembang dan berubah seiring dengan perkembangan jaman dan kemajuan tehnologi, singkat Andareas.
Senada dengan ketua LVRI Tator Y.Kiding Allo, meskipun kedepan kami sudah tiada namun semangat dan gelora berjuang tidak akan pernah habis sebab generasi sekarang sudah mewarisi.
Apalagi pemekaran Toraja Utara bagian dari perjuangan para Veteran karena kebutuhan percepatan pelayanan kepada masyarakat, pemekaran jangan dianggap Toraja sudah terbagi dua, image seperti itu tidak benar sebab kita satu budaya dan peradaban.
Yang terjadi hanyalah pemisahan administrasi karena pertmabhan penduduk terus melaju yang sudah tidak seimbang dengan lahan dan tanah tersedia, sebuat Kiding Allo.
Diakui Kiding Allo, di daerah terpencil kita temukan keluarga para veteran hidup seadanya karena gaji veteran hanya Rp,2.250.000 perbulan, ditamba dengan gaji pensiunan janda veteran Rp.1.500.000.
Meskipun kondisi tersebut tidak terbantahkan, tetapi kehadiran kami didewan hanyalah berjuang monument perjaungan dibangun, sekaligus bermohon mengalokasikan anggaran pembangunan secretariat legium veteran, dan mengajukan proposal senilai Rp.300 juta untuk kesejahteraan para veteran, imbuh Kiding Allo (gus).

Exit mobile version