MAKASSAR ,BKM — Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto akhirnya melantik 435 kepala sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK. Pelantikan berlangsung di tengah-tengah gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Antang, Rabu (30/3).
Mereka yang dilantik mengisi jabatan di 365 SD, 39 SMP, 22 SMA dan 9 SMK. Para kepsek ini telah melalui berbagai rangkaian proses lelang jabatan yang digelar Pemkot Makassar.
Sebuah insiden yang cukup menarik perhatian terjadi dalam rangkaian pelantikan, kemarin. Wakil Ketua DPRD Makassar, Indira Mulyasari Pramastuti tiba-tiba pingsan. Kejadian itu berlangsung beberapa menit setelah Wali Kota memberikan sambutan. Beruntung, beberapa pejabat pemkot yang duduk di sampingnya berhasil menahan tubuhnya sebelum terjatuh.
Legislator wanita asal Partai Nasdem itupun langsung dievakuasi dari atas panggung oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Ia dibawa ke klinik kesehatan di kawasan TPA Antang untuk mendapatkan perawatan. Diduga, wakil rakyat itu pingsan akibat tidak tahan mencium bau tak sedap di lokasi pelantikan.
Aroma menyengat yang keluar dari tumpukan sampah juga membuat sejumlah kepsek harus menutup hidungnya. Ada pula diantaranya yang memilih jongkok, merokok hingga berfoto selfie ketika Wali Kota memberikan sambutan.
Di depan para kepsek, Wali Kota mengaku sengaja memilih TPA Antang sebagai lokasi pelantikan, dengan tujuan untuk memberi kesadaran kepada semua pihak agar tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, juga untuk mendukung program pemilahan sampah yang telah dibuat oleh Pemkot Makassar.
”Selama seminggu kita telah membongkar TPA ini, yang berdampak pada menyebaranya gas metan ke berbagai penjuru. Untuk itu kami telah minta maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan. Apa yang busuk pada kita hanya bisa dilihat orang lain, sedangkan kita tidak. Ini adalah revolusi pendidikan. Apa yang dilihat orang lain harus dibenahi. Pemilahan sampah bergerak dari pendidikan dasar. Kita berharap pada generasi kita pendidikan tentang kebersihan dan smart city,” ujar Danny.
Menurutnya, setiap pemilihan lokasi pelantikan memiliki filosofi dan tujuan tersendiri. Pelantikan di TPA Antang diharapkan bisa membangun karakter didik kepala sekolah jauh lebih baik. Ibarat melihat sampah di TPA, para kepsek tidak ingin melihat anak didiknya menjadi sesuatu yang tidak berguna.
“Tujuan dari pelantikan ini, kita ingin melihat para kepsek mendidik anak dengan baik. Anak-anak harus dididik dengan sebaik-baiknya agar tidak jadi sampah masyarakat ke depannya. Jangan lihat dari satu sisi saja ini TPA. Banyak hal yang bisa dipetik di TPA ini.” ujar Danny.
Danny menambahkan, ke depan setiap pelantikan jajaran pemerintah kota akan dihindari yang bersifat mewah. Hal ini dilakukan untuk mendekatkan pemerintah kepada masyarakat. “Soal lokasinya ini sudah sangat representatif. Kita tidak mau mendesain model pelantikan yang mewah. Tetapi bagaimana para pejabat bisa mengambil kesimpulan kenapa mesti mereka dilantik di TPA. Tidak perlu lagi saya jelaskan. Biarkan yang hadir dan yang dilantik ini berinisiatif sendiri,” jelas Danny.
Selain Wali Kota, hadir dalam pelantikan ini Wakil Wali Kota Syamsu Rizal, Sekretaris Kota (Sekkot) Ibrahim Saleh, Kadis Pertamanan dan Kebersihan Azis Hasan dan sejumlah pejabat lainnya.
Lebih jauh Wali Kota menjelaskan, pelantikan di TPA dimaksudkan pula untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat agar TPA Antang bisa menjadi pusat perhatian. Setidaknya memberikan bantuan pemikiran terhadap TPA Antang untuk tidak seenaknya membuang sampah di sembarang tempat.
“Karena 1,8 juta masyarakat Kota Makassar pasti ada sampahnya di sini. Jadi saya berharap masyarakat bisa lebih sadar menjaga kebersihan yang ada dilingkungannya. Saya juga ingin memperlihatkan kepada kepsek tentang persoalan terbesar di Makassar mengenai sampah dan solusinya. Penanganan masalah ini sebaiknya dibentuk di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Sakka Saleh berharap pelantikan ratusan kepala sekolah di tempat ini setidaknya akan memberi perubahan besar terhadap pandangan warga tentang sampah.
“Ini kejutan. Baru pertama kali ada acara pelantikan di sini (TPA),” ungkap Sakka.
Menurut Sakka, kepala sekolah yang sudah dilantik harus bisa memberikan pengetahuan kepada anak didiknya, bahwa sampah yang dibuang ternyata harus diolah lagi di TPA. ”Tidak seperti selama ini. Masih banyak warga yang beranggapan, setelah sampah dibuang selesai persoalan, dan itu salah,” cetusnya.
Sakka menjelaskan, sampah yang dibuang oleh warga Makassar, sebaiknya diolah dan dipilah. Agar tidak semua masuk ke TPA.
Salah seorang kepsek yang dilantik, Nurhidayah Masri mengaku tidak masalah dengan langkah Wali Kota yang melakukan pelantikan di tempat pembuangan sampah. Karena dengan acara seperti ini, kata Kepala SMA 18 Makassar ini, ia dapat memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
”Saya akan mencanangkan program kebersihan kepada siswa di lingkungan sekolah, dan mengajarkan siswa untuk memanfaatkan sampah jadi lebih bermanfaat,” katanya.
Jika Nurhidayah dan kepsek lainnya yang sudah mengetahui penempatannya secara pasti, tidak demikian dengan M Ahmad. Ia mengaku belum mengetahui dimana ia ditempatkan, meski sudah mengikuti acara pelantikan hingga selesai.
“Saya cuma dikasih tahu kalau saya ditempatkan di SD Maccini. Tapi kan SD Maccini itu banyak. Saya terus terang masih bingung ini. Sama halnya dengan di sekolah yang dulu saya tempati, yaitu di SD Sudirman, dimana dalam satu lokasi terbagi dari beberapa sekolah seperti SD Sudirman I, II, III dan lV,” aku Ahmad kepada BKM, kemarin.
Ia pun terus mencari informasi dan mendatangi pihak terkait, seperti Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Makassar atau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menanyakan penempatannya.
Menyikapi hal itu, Wali Kota menyayangkan peserta pelantikan yang sebagian besar hanya datang untuk foto selfie, merokok sehingga tidak fokus mendengar nama-nama mereka disebutkan di tengah panasnya terik matahari dan bau sampah yang naik dan masuk ke dalam hidung.
“Sudah disebutkan nama-nama mereka dan tempatnya bertugas. Tapi mungkin ada yang tidak fokus atau main-main, jadi mereka tidak dengar namanya disebut,” terang Danny.
Sekretaris Disdikbud Kota Makassar, Ariyati Puspitasari Abady mengatakan, para kepsek yang belum mengetahui penempatannya yang baru, agar datang ke kantor Disdikbud Makassar untuk mengambil kutipan SK barunya.
“Kepsek bisa datang ke kantor Disdikbud Makassar besok pagi (hari ini) untuk mengambil kutipan SK masing-masing,” tandasnya. (arf-ish-jun/rus)
Legislator Pingsan, Kepsek Tutup Hidung
