MAKASSAR, BKM — Pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar mulai hari ini, Jumat (1/4). Premium yang sebelumnya dijual dengan harga Rp6.950, turun menjadi Rp6.450 per liter. Sementara harga solar kini menjadi Rp5.150 dari Rp5.650 per liter.
Penurunan harga sebesar Rp500 per liter itu berdampak pada tarif angkutan petepete. Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Makassar, Zainal Abidin menyebut, tarif petepete juga akan turun sebesar Rp500 dari tarif yang berlaku saat ini.
Dia menegaskan, pihaknya tidak perlu menggelar rapat untuk menentukan penurunan tarif angkutan kota di Makassar. ”Penurunan tarif yang diberlakukan mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwali) No.13 Tahun 2015 terkait penentuan tarif angkutan. Salah satu isinya mengatur harga tarif angkutan kota berdasarkan harga bahan bakar minyak yang berlaku,” jelas Zainal yang dihubungi, kemarin.
Zainal menambahkan, jika penurunan BBM mulai diberlakukan per 1 April, maka otomatis tarif baru angkot atau petepete juga mulai berlaku. Saat ini, tarif petepete sebesar Rp5.000, kecuali trayek Sentral-Sudiang dan Sentral-Tol.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Sulsel, Ilyas Iskandar menjelaskan, saat ini pihaknya sementara melakukan kajian dan hitung-hitungan ideal besaran penurunan tarif angkutan yang bisa diberlakukan.
Karena itu, pihaknya belum bisa memastikan besaran penurunan karena harus menunggu surat edaran dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terlebih dahulu. Surat edaran itu terkait besaran toleransi penurunan yang bisa diberlakukan.
Ilyas melanjutkan, surat edaran dari Kemenhub itu nantinya akan menjadi acuan untuk menentukan besaran tarif angkutan kota antar provinsi (AKAP).
Sementara Sekretaris Organda Sulsel, Darwis Ibrahim menjelaskan, pihaknya belum bisa memutuskan penurunan tarif AKAP menyusul turunnya harg BBM per 1 April. Menurut Darwis, pihaknya baru akan menggelar rapat bersama Dinas Perhubungan Sulsel.
“Secepatnya kami melakukan rapat bersama Dishub Sulsel,” kata Darwis.
Namun, lanjut dia, informasi awal yang diketahuinya, tarif angkutan darat di Kota Makassar (petepete) rencananya akan turun. “Namun besarannya secara detail belum diketahui,” pungkasnya.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menanggapi positif penurunan harga BBM tersebut. ”Sepanjang baik untuk rakyat, kebijakan apapun pasti akan kita dukung. Nanti kita akan tindaklanjuti,” kata Syahrul usai melantik Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (31/3).
Dia mengatakan, meringankan satu aspek persoalan saja sudah memberi dampak positif bagi masyarakat. Dia optimistis, penurunan harga BBM akan berdampak pada penyesuaian harga, baik barang kebutuhan pokok maupun tarif transportasi.
“Kalau makanan dan transportasi dimudahkan, pasti harga akan turun sendiri,” ungkapnya.
Dia menambahkan, pemerintah dituntut cerdas dalam menyikapi kondisi yang terjadi. Bagaimana langkah yang harus diambil jika harga naik atau turun.
“Tentu ada langkah-langkah yang akan diambil pascaturunnya harga BBM. Kita lihat kondisinya seperti apa,” pungkasnya.
Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar, Ibrahim Saleh juga menyambut baik penurunan harga BBM. Ia meminta kepada Organda untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan sopir angkutan untuk penurunan tarif.
Sebab yang sering terjadi, jika harga BBM turun, para sopir angkutan masih saja ada yang memberlakukan tarif lama yang terkesan lebih mahal.
“Kalau BBM turun itu bagus, karena harga bahan pokok pasti juga turun. Kepada Organda, sebaiknya segera berkoordinasi dengan sopir angkutan supaya mereka juga menurunkan tarif,” ujar Ibe, kemarin. (rhm-arf-ucu/rus)
Organda: Tarif Petepete Turun Rp500
