JALAN hidup seseorang tidak ada yang bisa memastikannya. Cita-cita ataupun impian tidak selalu menjadi harapan dan kenyataan.
Begitulah yang dialami Lyliani Sunarno,SSos. Ia tidak pernah bermimpi sekalipun untuk bisa menjadi seorang lurah. Termasuk menjadi seorang istri sekretaris lurah.
Saat ini Lyliani menduduki posisi sebagai Lurah Ballaparang, Kecamatan Rappocini. Sementara suaminya, Junan Tatana diamahkan menjadi Sekretaris Lurah Baji Mappassunggu, Kecamatan Mamajang.
Sejak kecil, perempuan yang akrab disapa Lyli ini bercita-cita menjadi seorang polisi wanita (Polwan). Ia bahkan pernah mendaftar dan ikut tes di kepolisian. Namun garis tangannya ternyata tidak di situ.
”Saya dulu mendaftar polisi, tapi tidak lulus,” akunya. Apakah Lyli putus asa? Ternyata tidak.
Gagal menjadi seorang polwan, tidak membuatnya surut Lyli untuk menatap masa depannya yang lebih baik. Rencana Tuhan pun kemudian terwujud. Ia dipersatukan dengan pria pujaan hatinya dalam sebuah bingkai pernikahan pada tahun 1992. Kini, mereka sudah dikaruniai empat buah hati.
Ketika terbuka pendaftaran untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Lyli mencoba peruntungannya. Alhasil, hanya dengan sekali mendaftar, ia diterima menjadi abdi negara. Dalam jenjang karirnya, wanita yang hobi olahraga itu tidak pernah merasakan menjadi tenaga kontrak.
Setelah lulus PNS, Lyli ditempatkan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yakni Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan. Ia bertugas di tempat ini selama delapan tahun.
Setelah itu, ia kemudian pindah ke Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar. Enam tahun di sana, dirinya pun diangkat menjadi Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan di Kantor Kelurahan Maccini. Berkat kinerja yang memuaskan, Lyli akhirnya dipercaya menjadi Lurah Ballaparang hingga saat ini.
Sejak menjabat lurah, sehari-harinya Lyli disibukkan dengan aktivitas mengurus wilayahnya. Terutama dalam upaya menyukseskan program yang telah dicanangkan Pemerintah Kota Makassar.
Biasanya, Lyli sudah tiba di wilayah pada pukul 06.00 Wita, dan baru pulang ke rumah pada malam hari. Bahkan hingga pukul 23.00 Wita, jika ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan, seperti rapat dan agenda lainnya.
Meski begitu, urusan keluarga tak diabaikannya. Ia harus pintar-pintar mengatur waktu. Sesingkat apapun waktu yang dia punya sangatlah berharga, sehingga selalu dimanfaatkan sebaik mungkin bersama keluarga.
”Biar sedikit waktu, tetap saya gunakan sebaik-baiknya sehingga berkualitas. Quality time itu sangat penting,” ujar Lyli.
Diapun sangat bersyukur, karena pekerjaan yang digelutinya saat ini sangat didukung dan begitu dipahami oleh keluarganya. Sebagai seorang perempuan, Lyli tidak pernah berhenti dan putus asa untuk mendorong kaum perempuan dalam segala bidang. Menurutnya, saat ini kaum perempuan harus tampil sebagaimana laki-laki.
“Perempuan harus tampil, tidak boleh terbelakang. Intinya, perempuan bisa tonji,” kuncinya. (man/rus)
Perempuan Bisa Tonji

IST Lyliani Sunarno