MAKASSAR, BKM –Ratusan siswa Sekolah Menegah Atas (SMA) Negeri di Kota Makassar mengikuti zikir bersama yang digelar pihak sekolah, Jumat (1/4).
Zikir bersama tersebut sudah menjadi agenda rutin tahunan sekolah, setiap menghadapi Ujian Nasional (UN) yang digelar serentak.
Rencananya, UN untuk tingkat SMA dilaksanakan mulai Senin (4/4) pekan depan. Mereka mengikuti zikir dan doa bersama sebagai bekal mental sebelumnya mengikuti UN.
Bahkan para siswa mengikuti zikir dengan antusias dan berharap dapat mengerjakan soal UN dengan hasil terbaik.
Zikir bersama tersebut digelar SMA Negeri 4 Makassar dan SMA Negeri 10 Makassar. Doa dan zikir bersama tersebut dilakukan para siswa di dalam lingkungan sekolahnya untuk mempersipkan mental dalam UN.
Sebelumnya para siswa juga telah dibekali dengan penambahan jam pelajaran, serta latihan soal-soal yang akan di ujikan dalam UN.
Usai mengelar zikir dan doa bersama, para siswa bersalaman sambil meminta doa restu dari guru.
Kepala sekolah SMAN 4 Makassar, Marhaeni saat dikonfirmasi BKM mengungkapkan, pihaknya telah merampungkan persiapan pelaksanaan UN mulai dari pembentukan pengawas serta memberikan bekal ke siswa dengan menggelar bimbingan belajar ekstra.
“Malam Jumat tadi (kemarin-red) kita telah menggelar dzikir dan doa bersama, yasinan dan salat berjamaah minta petunjuk. Sebelumnya kita juga memaksimalkan bimbingan sore hari memberikan pelajaran ekstra kurikuler. Pastinya, kita dan para siswa sudah siap menghadapi UAN besok,” ungkap Marhaeni.
Hal tersebut juga diungkapkan Husaefah, Kepala sekolah SMAN 10 Makassar. Menurutnya, para siswa yang akan mengikuti UN 2016 telah dibekali bimbingan belajar selama sebulan lebih.
“Semua sudah kita persiapkan dengan baik. Mulai dari pengawas UN, persiapan mental siswa. Hari ini (kemarin-red), kita melakukan zikir bersama,” ungkapnya.
Terkait dengan soal UN, Husaefah juga mengaku telah menerima naskah soal tersebut.”Kita telah menerima naskah soal UN. Pihak kepolisian juga telah menjaga keamanan naskah ujian. Jadi semuanya sudah siap baik dari sarana dan prasarana. Usaha sudah kami lakukan maksimal, tinggal tawakal saja. Kalau SMAN 10 Makassar masih menggunakan sistem manual belum menggunakan komputer,” katanya.
Bahkan SMA Negeri 10 menjadi suprayon UN yang mengikutkan delapan sekolah lainnya yakni SMA Makassar Mulya, SMA Ilham, SMA Nur Karya 2, SMA Villa Delfia, SMA Hamrawati, SMA Tut Wuri Handayani dan SMA Darmayadi.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Makassar, Alimuddin Tarawe menegaskan, persiapan pelaksanaan UN di sejumlah sekolah se Kota Makassar telah siap, termasuk naskah soal UN dan sarana seperti komputer. Naskah soal UN telah didistribusikan ke berbagai sekolah yang diamankan oleh petugas kepolisian dari Polrestabes Makassar.
“Persiapan pelaksanaan UN di sekolah se Kota Makassar semuanya sudah siap, bahkan naskah soal UN semuanya telah dibagikan. Saya harap pelaksanaan UN kali ini dapat berjalan dengan baik, aman dan penuh dengan prestasi yang baik dari siswa,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Kota Makassar, Ibrahim Saleh juga meminta kepada mantan Kepala Sekolah (Kepsek) dan seluruh Kepsek yang baru menjabat untuk melakukan koordinasi bersama. Hal tersebut dimaksudkan agar pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2016 tidak mendapat kendala ataupun masalah khususnya administrasi.
Menurutnya, kepsek yang telah dilantik diharapkan bisa melanjutkan dan menjalankan program yang telah dibentuk di sekolah tersebut. Karena jika masing masing Kepsek membuat sebuah program maka dikawatirkan akan mengganggu pelaksanaan UN.
“Para Kepsek yang baru dilantik untuk segera menyusun target sesuai 18 program perintah dari wali kota. Awalnya memang, satu bulan ini cukup terlihat berat, karena diperlukan penyusunan target, perencanaan yang jelas dan pertanggungjawaban juga harus jelas. Namun, ketika masuk di bulan berikutnya hingga evaluasi, para kepsek sudah bisa lebih tenang karena manajemen sudah berjalan baik,” ucap Ibe sapaan akrabnya, kemarin.
Ibe menambahkan, lelang jabatan dan penggantian kepsek yang dilakukan Pemkot Makassar diharapkan tidak membuat para kepsek yang lama memiliki pemikiran bahwa tidak diperlukan lagi tenaganya. Tetapi para Kepsek lama diharapkan tetap menjaga kebersamaan dan koordinasi dengan kepsek yang baru agar semua program yang telah dibentuk dapat dijalankan dengan baik.(arf-jun/war)