Site icon Berita Kota Makassar

Pegadaian Genjot Pemasaran Amanah dan Arrum

BKM/CHAERIL HUT PEGADAIAN -- Pemimpin Pegadaian Wilayah VI Makassar, Nuril Islamiah (kanan) didampingi Yudi Sadono, Deputi Bisnis Area Makassar 2, Maksum, Asman PSO, sedang menjelaskan mengenai pencapaian kinerja PT Pegadaian (Persero) baik secara nasional maupun lingkup Kanwil VI. Penjelasan disampaikan dalam rangka HUT Pegadaian ke-115, di kantornya, Jumat kemarin

MAKASSAR, BKM — Memasuki usianya ke 115 tahun, PT Pegadaian (Persero) terkhusus Pegadaian Kanwil VI Makassar, kini menggenjot pemasaran dua produk terbarunya. Yakni Amanah dan Arrum. Kedua produk ini berbasis syariah. Amanah sendiri adalah produk untuk pembiayaan sepeda motor dan mobil baik baru maupun bekas. Sedangkan Arrum adalah produk talangan haji.
”Bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji namun belum cukup punya dana untuk mendaftar, kami siap membantu. Masyarakat cukup membawa perhiasan emasnya ke outlet-outlet Pegadaian yang ada dengan berat minimal 15 gram atau setara dengan nilai Rp7 jutaan. Selanjutnya, kami akan memberi dana talangan kepada masyarakat sebesar Rp25 juta untuk digunakan mendaftar haji. Dana talangan ini dapat diangsur selama 36 bulan atau tiga tahun. Sedangkan untuk produk Amanah, masyarakat tinggal memilih kendaraan yang diinginkan. Selanjutnya kami yang akan membayarkan harganya ke diler. Jadi masyarakat melakukan akad kredit bukan dengan diler tapi dengan Pegadaian. Tingkat suku bunganya sendiri hanya satu persen,” kata Pemimpin Pegadaian Wilayah VI Makassar, Nuril Islamiah, kepada wartawan dalam acara silaturahmi peringatan HUT PT Pegadaian (Persero) ke-115, di Kantor Wilayah VI Pegadaian Makassar, Jalan Kumala, Jumat (1/4) kemarin.
Saat jumpa pers, Nuril Islamiah didampingi segenap unsur manajemennya, masing-masing Jainuddin, Manajer Keuangan, Darmawan Setiadi, Deputy Administrasi & Supporting, Yudi Sadono, Deputy Bisnis Area Makassar 2, Ade Yayat, Deputy Bisnis Area Makassar 1, A Aksan, Manajer Keuangan, Maksum, Asman PSO, dan Ismail, Manajer Logistik.
Lanjut Nuril mengatakan, sepanjang tahun 2015 kinerja Pegadaian secara keseluruhan baik skala nasional maupun untuk Kanwil VI, menunjukkan tren positif. Secara nasional, dari sisi operasional nasabah jumlah tercapai 7,59 atau naik 23,3 dibandingkan tahun 2014 yang hanya 6,16 juta. Untuk barang jaminan, naik enam persen dari 40,2 juta potong ditahun 2014 menjadi 40,19 juta potong. Untuk penyaluran pinjaman naik sepuluh persen dari Rp102,59 triliun ditahun 2014 menjadi Rp112,75 triliun ditahun 2015.
Begitu pula dari sisi aset mencapai Rp39,16 triliun atau naik 11 persen dari Rp35,34 triliun ditahun 2014, untuk pendapatan usaha tercapai Rp8,90 triliun atau naik 14 persen dari Rp7,89 triliun, dan untuk pencapaian laba bersih juga mengalami kenaikan sebesar 10 persen dari Rp1,76 triliun menjadi Rp1,93 triliun.
Sedangkan pencapaian kinerja Pegadaian Kanwil VI Makassar ditahun 2015 lalu, juga menunjukkan hasil menggembirakan. Penyaluran pinjaman atau out-standing loan (OSL) mencapai Rp3,571 triliun yang terbagi atas untuk produk gadai tercapai Rp2,927 triliun, Kreasi Rp110,835 miliar, Krasida Rp50,946 miliar, Kresna Rp76,898 miliar, Mulia Rp35,811 miliar, Rahn Rp335,881 miliar, Arrum Rp17,908 miliar, Amanah Rp3,682 miliar, dan Krista Rp11,595 miliar.
”Untuk omzet ditahun 2015, kami berhasil merealisasikan sebesar Rp12,069 triliun dengan nasabah aktif 763.431 dan rekening aktif 1.339.136. Begitu pula dengan laba terealisasi Rp413,930 miliar, pendapatan usaha Rp989,397 miliar, biaya usaha Rp569,866 miliar, dan belanja modal Rp21,090 miliar. Kami optimis ditahun 2016, semua produk Pegadaian di Kanwil VI Makassar akan tumbuh signifikan. Apalagi sekarang, Pegadaian serba bisa. Apapun yang ada dalam kondisi masyarakat, Pegadaian siap memberikan solusi. Tahun 2016 ini merupakan tahun kebangkitan Pegadaian dengan cakupan usaha yang lebih luas,” terang Nuril Islamiah seraya menambahkan, pada HUT ke-115 ini Pegadaian mengangkat tema menuju kemandirian ekonomi. Ini sejalan dengan Nawacita butir 7, menuju kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor ekonomi domestik. (mir)

Exit mobile version