SIDRAP, BKM — Kasus flu burung di Kabupaten Sidrap terus bertambah. Sampai saat ini penyebaran virus AI (Avian Influenza) atau flu burung sudah terjadi di lima kecamatan, yakni Watang Sidenreng, Watang Pulu, Baranti, Pancarijang dan Maritengngae.
Bahkan data kematian unggas yang masuk di Dinas Perternakan dan Perikanan (Disnakkan) Sidrap, hingga kemarin sudah mencapai 22 ribu ekor. Unggas ternak warga itu diantaranya adalah itik dan Ayam.
Drh Emi dari Dinas Peternakan Sidrap ketika mengambil sampel di Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae, Jumat (1/4) mengatakan, data sementara yang sampai saat ini, memastikan jumlah hewan yang terjangkit flu burung sudah mencapai 22 ribu lebih yang tersebar di beberapa desa dan kelurahan. Kematian unggas itu dilaporkan oleh puluhan warga di lima kecamatan.
“Sampai saat ini, masih ada sekitar 30-an warga melaporkan ke pihak Dinas Peternakan untuk dicek hewan ternaknya,” ujar Emi.
Diakui Emi, sampai saat ini flu burung baru menyerang unggas ayam dan bebek. Sedangkan untuk manusia, Emi belum mengetahui secara pasti.
“Mungkin Dinas Kesehatan yang lebih mengetahui terkait penyebaran kepada manusia. Tapi sampai saat ini yang kami tahu baru di ayam dan bebek,” ungkapnya.
Sementara dr Zainal Abidin dari Disnakkan Sidrap, menambahkan penyebaran virus flu burung terbesar di Kecamatan Watang Sidenreng. “Ada dua kelurahan yang sudah terjangkit, yakni Kanyuara dan Sidenreng di Kecamatan Watang Sidenreng. Terbanyak pada ternak itik,” ujarnya. (ady/rus/c)
Sudah 22 Ribu Unggas Mati Akibat Flu Burung
