MAKASSAR, BKM–Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 mendatang diminati belasan politisi, birokrasi, akademisi, pengusaha, praktisi hingga anggota TNI dan Polri.
Lantaran banyaknya kandidat yang berminat atau bahkan didorong dapat membuat partai politik “Jual Mahal” untuk memberikan dukungan bahkan sampai mengusungnya.
Elit partai politik tentu memiliki cara guna mengetahui apakah kandidat tersebut paham dengan keinginan partai. Jika merujuk pada harga kursi pada Pilgub Sulsel 2007 serta 2013 lalu, maka diperkirakan harga satu kursi dinilai masih dikisaran sebesar Rp1 miliar, sehingga untuk mendapatkan dukungan maka pasangan calon harus mengeluarkan isi koceknya sebesar Rp17 miliar.
Hal tersebut terungkap dalam sebuah diskusi lepas di Kopi Holic Panakkukang Makassar, Minggu (3/4).
Pemerhati politik dari Indeks Politika Indonesia, Suwadi Idris Amir mengemukakan jika penempatan istilah mahar dipersoalkan, maka parpol tentu akan sedikit menggunakan kata “Jual Mahal” hanya sekedar untuk mengusung kandidat tanpa memberi kontribusi kepada partai. “Parpol tentu ingin kandidat yang diusung di Pilgub dapat berkontribusi untuk membesarkan partai yang akan mengusungnya. Soal bentuknya, itu tehnis,”ujar Suwadi, kemarin.
Hingga kini belasan tokoh sudha disibukkan dengan sosialisasi bahkan telah membentuk tim pemenangan untuk menarik simpati dan dukungan masyarakat Sulsel antara lain Nurdin Abdullah, Irjen (Pol) Burhanuddin Andi, Ridwan Andi Wittiri, Akbar Faisal, Lutfy A Mutti, Ahmad Tanribali Lamo, Kolonel (Laut) Dr Abd Rivai Ras, Ichsan Yasin Limpo, serta Agus Arifin Nu’mang.
Anggota DPD RI, Dr Ajiep Padindang mengapresiasi banyaknya tokoh yang ingin maju di Pilgub.
“Sah saja ketika banyak tokoh di Sulsel yang berniat maju sebagai penerus SYL. Semakin banyak figur yang akan maju maka hal tersebut semakin baik,”ujar mantan Ketua Komisi A DPRD Sulsel ini.
Hanya saja, Ajiep berharap figur yang maju agar tidak hanya ikut berpartisipasi namun harus berniat bagus dan bekerja keras. “Kalau ada figur yang akan maju pada Pilgub hanya sekedar berpartisipasi, maka hal itu adalah sebuah kesalahan, sebab itu hanya akan membuang waktu, tenaga, dan pikiran,” ucap Ajiep yang menegaskan bila dirinya tak ingin maju di Pilgub.