Site icon Berita Kota Makassar

Warga Diberi Penyuluhan dan Bantuan Bibit

BKM/ARIF ALQADRI BANTUAN BIBIT-Masyarakat lorong mengembangkan tanaman sayuran dengan bantuan Badan Ketahanan Pangan.

KEBUN kota yang menjadi program Badan Ketahanan Pangan Makassar kian eksis keberadaannya. Ada banyak lokasi yang terus dikembangkan. Salah satu tujuannya untuk membiasakan warga membersihkan lingkungannya.

Laporan: Arif Alqadri

MASYARAKAT yang bermukim di lorong terus didorong untuk mengembangkan tanaman produktif di dalam pot dan wadah lainnya. Hasil dari tanaman itu kini sudah bisa dinikmati.
Kebun kota telah mampu mengantarkan masyarakat mempertahankan kebersihan, keindahaan dan kenyamanan dalam lorong dengan berbagai tanaman sayuran. Warga dalam lorong diharapkan memiliki kesadaran dan inisiatif sendiri setelah mendapatkan pembinaan dan penyuluhaan untuk mengembangkan kondisi lorong agar menjadi lebih baik.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kota Makassar, Sri Susilawati mengatakan, selain memberikan penyuluhan dan pembinaan, warga lorong juga diharuskan memiliki inisiatif atau kesadaran untuk mengembangkan lorong yang ada di wilayahnya. Setelah diberikan bimbingan dan bantuan berupa bibit, pupuk dan juga pot oleh Badan Ketahanan Pangan, warga diharapkan bisa lebih mandiri.
Selama memberikan penyuluhan dan bimbingan terhadap warga untuk membentuk kebun kota di wilayahnya, Sri mengaku sama sekali tidak memiliki kendala. Karena ia bekerja dengan penuh keikhlasan dan kesabaran dalam mendorong rasa kepedulian warga.
“Saat ini kami sudah membentuk sedikitnya 44 kelompok tani di dalam lorong, yang diharapkan dapat menjadikan Makassar lebih baik,” ujarnya.
Untuk ke depannya, program kebun kota juga akan terus dikembangkan di beberapa lorong yang ada di Makassar guna penghijauan. Menurutnya, kebun tidak selamanya didapat di daerah daerah pegunungan, tetapi kebun juga dapat diterapkan di dalam kota sesuai dengan program.
Kini, kebun lorong kian berkembang. Lorong tidak lagi gersang. Banyak tanaman yang bisa ditemui. Sekarang tinggal bagaimana masyarakat merespon positif program yang ditawarkan pemerintah. Jika diminta berkebun di wilayah lorongnya, mereka tentu akan mengatakan; siapa takut!!! (*/rus)

Exit mobile version