MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menegaskan, tidak ada konvoi usai pelaksanaan ujian nasional (UN), Kamis (7/4) besok. Karena itu, pihak sekolah diminta untuk mensosialisasikan larangan ini kepada siswa siswinya.
”Saya harap tidak ada konvoi siswa usai UN. Sebaiknya lakukan kegiatan yang bernilai positif,” kata Wali Kota, Selasa (5/4).
Menurut orang nomor satu di Makassar ini, larangan konvoi ini bertujuan untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain itu, Wali Kota yang akrab disapa Danny ini juga meminta kepada seluruh peserta UN untuk tetap percaya diri dalam menjawab setiap soal yang diujikan. Jangan percaya dengan kunci jawaban yang beredar.
”Karena bisa saja pengetahuan yang dimiliki siswa jauh lebih baik dari apa yang ada, seperti beredarnya kunci jawaban yang juga belum tentu kebenarannya. Karena itu, harus percaya diri,” tandasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Makassar, Alimuddin Tarawe yang berusaha dimintai tanggapannya terkait larangan ini, memilih untuk tidak berkomentar. ”Saya sibuk, dek. Yang lain saja diwawancara,” katanya singkat.
BKM kemudian menghubungi Kepala Bidang Pendidikan Menengah Umum (Kabidmenum) Disdikbud Makassar, Ahmad Hidayat. Ia memastikan akan ada tindakan tegas terhadap siswa yang ketahuan melakukan konvoi usai mengikuti UN. Pihaknya akan memanggil orang tua masing-masing siswa yang ketahuan mengabaikan larangan konvoi.
”Jika ada siswa yang melakukan konvoi di jalan, bahkan melakukan tindak kriminal, kita serahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian untuk ditindak sesuai aturan,” tegas Hidayat.
Hidayat kemudian membeber jumlah peserta UN yang tidak hadir di hari pertama. Ia menyebut, dari 8.535 peserta yang terdaftar mengikut ujian nasional berbasis komputer (UNBK), ada 112 orang yang absen mengikuti ujian. Mereka akan diberikan kesempatan mengikuti ujian susulan yang akan dilaksanakan usai UN.
Dihubungi terpisah, Kepala SMAN 4 Makassar, Marhaeni kemarin mengaku telah mempersiapkan kegiatan bagi para siswa-siswinya usai pelaksanaan UN. ”Kita akan menggelar pentas seni (pensi) antarsiswa yang telah mengikuti UN, agar mereka tidak melakukan konvoi. Kita gelar lomba menyanyi dan yang lainnya. Selain siswa, guru juga bisa ikut lomba,” ujarnya saat ditemui di sela-sela melakukan pemantauan di ruang ujian.
Rencananya, pensi SMAN 4 akan berlangsung usai UN hingga pukul 16.30 Wita. Siswa bisa pulang setelah dijemput langsung oleh orangtuanya. Dengan begitu, diharapkan tidak ada lagi siswa sekolah ini yang berkonvoi di jalan raya.
Dalam kesempatan itu, Marhaeni mengaku puas dengan lancarnya pelaksanaan UN, yang salah satunya berkat bantuan petugas keamanan dari Polsek Ujung Tanah.
”Hari kedua UN, Alhamdulillah semua berjalan aman dan tertib. Naskah ujian cukup. 302 peserta ikut ujian. Satu orang yang sementara dirawat di rumah sakit tetap ikut ujian. Pihak sekolah yang membawakan naskah ujiannya, dibantu satu orang pegawas dan satu orang dari kepolisian,” terangnya.
Di tempat yang sama saat melakukan pengawasan di SMAN 4, Kapolsek Tanah, TH Koswara berjanji akan mensterilkan wilayahnya dari konvoi siswa usai UN. Salah satunya dengan menggelar patroli keliling.
”Tahun lalu wilayah Ujung Tanah aman dari konvoi. Karena itu, tahun ini akan tetap aman. Kami antisipasi dengan mengarahkan anggota untuk berpatroli,” jelas Koswara.
Sementara itu, tim dari Universitas Hasanuddin (Unhas) kini tengah memeriksa hasil UN hari pertama. Puluhan staf dikerahkan untuk memilah lembar jawaban ujian (LJU) yang telah diserahkan sebelumnya. Mereka bertugas menscan LJU UN SMA/MA/SMK dari 12 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Kepala Biro Akademik Unhas Erna Rivai, mengatakan mengatakan LJU UN dari 12 kabupaten/kota langsung dibawa ke Unhas untuk dilakukan scan pada setiap lembar jawaban. Orang yang ditugaskanpun bukanlah orang sembarang. Mereka sudah melaksanakan tugas ini sejak tahun lalu.
“Setelah ujian kemarin, dari 12 kota telah mengirim dan membawa LJU ke Unhas. Hari ini (kemarin) kami melakukan scan secara cepat,” ujarnya di Gedung Registrasi Unhas Kampus Tamalanrea, Selasa (5/4).
Sebelum discan, tambah Erna Rivai, LJU dikelompokkan berdasarkan sekolah dan daerah. Untuk kelompok SMK berasal dari Makassar, Selayar, Luwu Timur, dan Barru. LJUnya ditempatkan di salah satu jejeran meja.
Di jejeran meja yang berbeda diperuntukkan bagi kelompok SMK dari Palopo, Takalar, Bulukumba, Luwu, Toraja Utara, Parepare, dan Luwu Utara.
Sedangkan untuk kelompok SMA terbagi ke dalam lima kelompok. Untuk meja I berasal dari Toraja Utara, Luwu Utara, dan Barru. Kelompok meja II Luwu Timur, Enrekang dan Parepare. Kelompok meja III Luwu dan Takalar. Makassar berada di kelompok meja tersendiri. Kelompok di meja V berasal dari Kota Palopo, Bulukumba, dan Selayar.
“Masing-masing daerah kami bagi kelompoknya, baik penyimpanan, scan, maupun staf yang melakukan scan. Setelah selesai kami akan validasi,” ujarnya.
Tuga pertama yang dilakukan adalah memberi label (labeling), memvalidasi data, dan scanning. Selanjutnya disimpan di rak sesuai dengan mata pelajaran berdasarkan sekolah masing-masing. Sekitar 10 mesin scan digunakan, yang dioperasikan oleh sedikitnya 20 orang. Diperkirakan scan LJU akan selesai dalam waktu 10 hari. (arf-jun-ita/rus)
Danny Larang Konvoi Usai UN

IST HASIL UJIAN-Suasana di Gedung Registrasi Kampus Unhas Tamalarena, yang menjadi tempat untuk proses scan serta validasi hasil UN dari 12 kabupaten/kota di Sulsel.