Site icon Berita Kota Makassar

Pelayanan Lamban, Pasien DBD Meninggal

SINJAI, BKM — Seorang pasien DBD Aslan (11)
akhirnya meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai, Sabtu (2/4) malamlalu. Meninggalnya korban karena diduga lambannya tindakan medis yang dilakukan pihak RSUD kepada si pasien.
Akibatnya keluarga pasien mengamuk di RSUD karena buruknya pelayanan.
Petugas Bagian Rawat Jalan RSUD Sinjai Saiful Sain yang bertugas malam itu ketika ditemui BKM Senin (4/4) mengaku dirinya tidak bisa memberikan komentar secara lanjut karena yang berwenang adalah komite medis.
“Saya tidak bisa memberikan jawaban lebih lanjut pak karena yang berhak adalah Komite Medis Rumah Sakit. Namun kalau persoalan perawat sepertinya siaga terus, tapi kalau masalah dokter perawatan pada malam itu saya tidak bisa bicara,” ujarnya.
Lanjut Saiful mengatakan pihak Komite Medis belum bisa bicara ke publik terkait kejadian tersebut. “Pihak Komite Medis belum bisa ditemui hari ini pak, kalau besok mungkin baru bisa ditemui,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Sinjai dr Suryanto Asapa mengungkapkan di Rumah Sakit ada SOP yang diterapkan untuk pelayanan. “Jadi tidak boleh sampai ada pasien yang tidak sempat dirawat karena dokter berhalangan, itu pelanggaran kalau sampai dilakukan,” terangnya.
Terpisah Syarif Hamas ayah pasien itu mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut. “Saya tidak bisa bicara karena 12 tahun saya baru dikasi anak. Namun sekarang sudah pergi,” katanya sambil terisak.
Direktur RSUD Sinjai dr Amaluddin ketika dikonfirmasi tidak bisa ditemui karena sedang mengikuti pelatihan di Jakarta, dan dihubungi via handphone nomornya tidak aktif. (din/D)

Exit mobile version