Site icon Berita Kota Makassar

PPP Enrekang Akhiri Konflik Internal

ENREKANG, BKM–Konflik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Enrekang telah berakhir. Dua kubu yang berbeda antara Ketua PPP Enrekang Rubing dan Sekretarisnya, Amiruddin telah diahiri. Hal ini diungkapkan Amiruddin kepada BKM, Selasa (5/4) kemarin.
Amiruddin mengatakan tidak ada untungnya masing-masing bertahan pada posisi dukungan ke dua kubu yang kini bersengketa di pusat. “Saya dan Pak Rubing selaku ketua sepakat mengakhiri dua kubu akibat ikut ke pusat,”kata Amiruddin. Ditambahkan bahwa konflik yang terjadi selama ini bukannya membesarkan partai yang dipimpinnya, namun justru membuat partai berlambang kakbah ini semakin tidak mendapat simpatik dari warga. “Kalau terus dilanjutkan, tidak ada untungnya. Partai ini akan dibesarkan bukan justru sebaliknya,” jelas dia lagi.
Islah yang dibangun kedua elit PPP Enrekang ini tentunya tidaklah mudah. Butuh proses dan memakan waktu yang cukup banyak. “Memang cukup alotlah dalam kepemimpinan akibat dua kubu yang berbeda. Saya di kubu berbeda dengan Pak Rubing, tentunya butuh komunikasi panjang untuk menyatukan,” kata Amiruddin lagi.
Rencananyan kedua petinggi PPP Enrekang ini akan berangkat ke Jakarta tanggal 7 April pekan ini. Keberangkatan keduanya dalam rangka mengikuti Muktamar yang akan berlangsung tanggal 8 hingga 9 April nanti. “Dualisme telah berakhir. Kita akan berangkat berdua dengan membawa satu nama yang sama. Tidak ada lagi kubu-kubuan,”tegas Amiruddin yang selama ini berada di kubu Hasil Muktamar Surabaya dengan ketua Romahurmudziy sementara Rubing berada di kubu hasil Muktamar Jakarta dengan ketua Djan Faridz.
Sekretaris DPW PPP Sulsel HM Aras membenarkan akurnya kedua tokoh PPP Enrekang ini. “Iya kami kan sejak awal mengajak untuk membesarkan PPP, tanpa harus ada perpecahan,”ujar Aras yang kini terus meloby kubu Taufiq jelang Muktamar.
Aras bahkan menawarkan suara fraksi PPP DPRD Sulsel untuk Taufiq Zainuddin di Muktamar nanti. “Representasi 2 suara fraksi PPP DPRD Sulsel kita tawarkan ke mereka. Kalau mereka setuju kita akan pleno kan dulu,” ujar Aras kemarin. Tapi, kata dia, jika kubu Taufiq tidak menanggapi tawaran tersebut, maka pihaknya akan mengajukan pleno penentuan nasib bagi Taufiq Cs di Muktamar Islah.
Ia menambahkan pihaknya memberikan tenggat waktu kepada Taufiq dan Nasrun hingga 7 April nanti. ” Kalau dia tidak mau ambil. Kita kasihkan ke Pak Syahrir Langko dan Pak Asrul Makkaraus mewakili suara Fraksi PPP DPRD Sulsel,”pungkasnya. (her/rif/c)

Exit mobile version