SETIAP orang pasti punya kegemaran terhadap sesuatu yang disebut hobi. Melakoni dan menikmati hobi biasanya dilakukan saat waktu luang yang tujuannya untuk menenangkan pikiran seseorang. Juga untuk memenuhi keinginan mendapatkan kesenangan.
LAPORAN: RAHMAWATI AMRI
TAK jarang, penggemar hobi sejenis akan membentuk sebuah komunitas. Seperti yang dilakukan orang-orang yang tergabung dalam Komunitas Burung Berkicau (KBB). Dalam perkumpulan itu, bergabung puluhan penggemar burung berkicau.
Ketua KBB, Nanang Jawadi yang ditemui di Pasar Hobi Toddopuli, Selasa (5/4) menjelaskan, wadah yang dibentuk sekitar Desember tahun 2005 itu menghimpun para penggemar burung berkicau. Anggotanya berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dengan berbagai latar belakang profesi.
Bagi para penggemar burung berkicau, menikmati kicauan merdu burung-burung eksotis merupakan momen paling indah. Apalagi, jika burung andalannya dipelihara mulai kecil dan bisa menghasilkan suara merdu.
“Itu merupakan kenikmatan yang tak terkira. Selain itu, akan timbul kepuasan jika kita berhasil mencetak burung dengan kicauan merdu. Apalagi jika sudah ikut-ikut kontes,” ungkapnya.
Tidak semua jenis burung bisa mengeluarkan kicauan yang merdu. Beberapa spesis yang menjadi buruan penggemar burung berkicau, diantaranya murai batu, love bird, cucak ijo, kenari, kacer, fleci, cucak jenggot, cendet, rio-rio, jalak, dan ciblek.
Untuk Nanang sendiri, hobi memelihara burung berkicau dimulai sejak kecil. Kebetulan, ayahnya juga seorang penggemar burung. Terinspirasi dari sang ayah yang sangat cinta pada burung, diapun mengikuti jejak untuk mencintai unggas itu.
“Ternyata, ada kepuasan tersendiri memelihara burung,” ungkapnya.
Dia menuturkan, awalnya hobinya sekadar memelihara burung saja. Namun, lambat laun, diapun melirik burung berkicau. Kebetulan sang ayah memiliki kios yang menjual aneka burung di Pasar Hobi. Jadi lelaki kelahiran Makassar, 10 Mei 1979 itu tidak terlalu sulit menyalurkan hobinya.
Berhasil memelihara beberapa burung berkicau, Nanang pun mulai coba-coba untuk ikut kontes burung berkicau. Beberapa kompetisi pun berhasil disabet. Diantaranya, juara 3 kelas Halilintas Kacer, juara 2 kelas Halilintar, juara 2 kelas Petis Cucak Jenggot, Juara 1 Cucak Jenggot Kelas KSTV, dan juara II lomba Pameran Burung Berkicau ultah Hasanuddin Cup kelas Cucak Jenggot Toraja. (*/rus)
