Site icon Berita Kota Makassar

SMPN 3 Sungguminasa Diduga Sengaja Dibakar

IST DIDUGA DIBAKAR-Wabup Gowa, H Abd Rauf Mallagani (pakai kopiah) melihat dari dekat kondisi gedung SMP 3 Sungguminasa yang terbakar, Selasa (5/4). Diduga sekolah yang berlokasi di Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu itu sengaja dibakar.

GOWA, BKM — Di tengah-tengah pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/sederajat yang sementara berlangsung, berita duka datang dari Kabupaten Gowa. Gedung SMP Negeri 3 Sungguminasa yang berlokasi di Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu dilalap si jago merah.
Peristiwa itu berlangsung, Selasa (5/4) sekitar pukul 02.15 Wita. Dua ruangan di sekolah tersebut hangus dilahap api.
Belum diketahui secara pasti apa penyebab dan dari mana asal api yang membakar ruang kepala sekolah dan guru. Yang jelas, seluruh berkas dan dokumen penting siswa serta sekolah hangus menjadi debu, bersama seluruh rangka atap dan kusen bangunan.
Menyusul peristiwa itu, aparat Polsek Somba Opu langsung turun ke lokasi melakukan penyelidikan. Meski polisi belum merilis hasilnya, sejumlah warga di sekitar sekolah menyatakan, kuat dugaan jika gedung SMPN 3 sengaja dibakar.
Indikasi itu didasarkan pada sejumlah kejanggalan yang terlihat dalam sejumlah ruangan lain yang tidak terbakar. Seperti ada sebuah pintu di ruangan yang tidak terbakar itu terlihat seperti habis dicungkil. Sementara kamera pemantau alias CCTV (Closed Circuit Television) yang terpasang di salah satu ruangan, telah dicat semprot warna biru.
Kecurigaan warga itu diperkuat dengan temuan warga lainnya, yang melihat adanya beberapa botol minuman keras di sekitar sekolah pada saat kejadian. Hal itupun tidak ditampik sejumlah aparat Kecamatan Somba Opu yang datang ke lokasi beberapa saat setelah kebakaran berlangsung.
”Mungkin saja ada benarnya kecurigaan warga tersebut. Apalagi melihat kondisi kamera CCTV yang dipiloks, dan adanya sebuah pintu yang sepertinya sengaja dirusaki. Tapi biarlah semua itu diusut polisi. Kita tunggu saja hasilnya,” kata Kepala Seksi Pemerintahan Kantor Kecamatan Somba Opu, Rusbullah Bakri kepada wartawan di kantornya, kemarin pagi.
Terkait kejadian ini, Kepala SMPN 3 Sungguminasa, Zakaria Rafsel dimintai keterangannya oleh penyidik Polsek Somba Opu, siang kemarin. Kepada BKM saat dihubungi via ponselnya, Zakaria mengaku sementara memberikan keterangan terkait kebakaran di sekolah yang dipimpinnya.
”Saya masih berada di polsek sedang memberikan keterangan kepada penyidik. Kita berharap semoga pihak kepolisian bisa mengusut tuntas dan mengungkap apa motif dan siapa pelakunya. Saya prihatin, karena sekolah kami tengah mempersiapkan pelaksanaan ujian nasional yang akan dilaksanakan awal Mei mendatang,” terang Zakaria.
Meski terjadi kebakaran di sekolahnya, Zakaria mengakui kalau persiapan UN siswanya tidak ada masalah. Sebab naskah ujian ditangani secara nasional, dan akan didistribusikan ke sekolah-sekolah penyelenggara menjelang pelaksanaan ujian.
”Yang jadi masalah, karena semua berkas sekolah dan berkas siswa ada di ruang guru dan kepsek. Termasuk semua arsip-arsip kantor, administrasi dan sebagainya,” kata Zakaria.
Sekitar pukul 08.30 Wita, kemarin, Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni mendatangi sekolah yang terbakar. Ia didampingi Kadis Pendidikan Olahraga Pemuda, H Idris Faisal Kadir dan Sekretaris Dinas Sosial Nakertrans, Kawhaidah serta sejumlah pimpinan SKPD Gowa, Camat Somba Opu, Abdullah Sirajuddin dan Kabid Dikdas Dikorda Gowa, H Bachtiar.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan pihak kepolisian, diketahui bahwa kebakaran ini dilihat pertama kali oleh warga bernama Ani (34) yang tinggal dekat sekolah. Saat itu, seperti dikatakan Ani di TKP kemarin, dia mendengar suara ledakan dan pecahan kaca dari arah sekolah.
”Karena penasaran, saya melihat lewat jendela. Ternyata api sudah berkobar dari ruangan sekolah. Saya langsung keluar tengah malam, dan minta tolong kepada warga lainnya,” ujar Ani.
Dari peristiwa kebakaran itu, sejumlah berkas dan barang elektronik milik sekolah di ruangan guru dan kepsek terbakar. Api juga melalap dua unit AC, empat kipas angin, dua meja dan kursi, satu unit LCD dan buku rapor siswa kelas IX. Beruntung, kobaran api tidak sampai melebar ke ruangan lainnya. Armada pemadam kebakaran Dinas Sosnakertrans Gowa yang segera diturunkan ke lokasi, berhasil memadamkan api dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Wabup Gowa, H Abd Rauf Malaganni di lokasi kebakaran, meminta kepada Kadis Dikorda Gowa, H Idris Faisal Kadir untuk segera melakukan pembenahan terhadap ruangan yang terbakar. Kadis juga diminta sedapat mungkin melakukan langkah terbaik agar pelaksanaan UN di SMPN 3 tidak terhambat.
Idris menyebut, jumlah siswa peserta UN di SMPN 3 Sungguminasa tahun 2016 sebanyak 336 orang. Meski ada kejadian kebakaran ruangan, namun Idris yang didampingi Kabid Dikdas Dikorda Gowa, H Bachtiar menegaskan bahwa persiapan UN tidak masalah.
”Nomor ujian siswa yang telah dibuat, sudah diamankan jauh-jauh sebelumnya. Jadi tidak ada masalah untuk pelaksanaan ujian nasional,” terang Idris.
Terpisah, Kapolsek Somba Opu, AKP Prabowo mengatakan, kebakaran yang terjadi di SMPN 3 Sungguminasa kini dalam proses penyidikan pihaknya. ”Kami sudah melakukan olah TKP dan akan melakukan pengembangan untuk mencari tahu kemungkinan sekolah itu sengaja dibakar atau tidak,” tandasnya.
Di hari yang sama kemarin, terjadi pula kebakaran di wilayah Kelurahan Borongloe, Kecamatan Bontomarannu. Yang terbakar adalah Masjid Baiturrahman yang terletak di dalam kompleks BTN Batara Mawang, Kelurahan Borongloe.
Dalam peristiwa itu, api tidak sampai melalap seluruh fisik bangunan masjid. Yang terbakar hanya bubungan atap atau pada bagian kubah masjid.
Api dapat dipadamkan beberapa menit setelah kebakaran mulai terjadi, sekitar pukul 10.00 Wita. Empat unit mobil pemadam milik Dinas Sosnakertrans Gowa dibantu warga sekitar berhasil memadamkan api.
Lurah Borongloe, H Abd Rivai Mapparessa yang dihubungi , membenarkan kejadian kebakaran yang dialami masjid tersebut. ”Tapi api tidak sempat membesar, karena empat armada kebakaran langsung tiba di tempat dan melakukan penyemprotan. Hanya atap bagian paling atas masjid yang terbakar. Setelah diperiksa, ternyata karena korslet listrik,” kata Rivai. (sar/rus)

Exit mobile version