Site icon Berita Kota Makassar

Dua Pemotor Tertembak, Pelajar Wanita Tewas

MAKASSAR, BKM — Berawal dari upaya polisi membubarkan balapan liar, dua orang terkena peluru yang ditembakkan. Satu dari dua orang itu yang merupakan pelajar wanita, meninggal dunia beberapa saat setelah kejadian.
Sri Ayu Lestari (17) yang beralamat di Jalan Malino, Kabupaten Gowa, menemui ajal akibat tertembus timah panah saat dibonceng temannya, Resky (19), siswi SMA Hamrawati, warga Jalan Abdullah Daeng Sirua, Makassar.
Korban lainnya adalah Muhammad Wawan Kurniawan (20), warga Jalan Laiya Lorong 124A nomor 11, Makassar. Ia terkena peluru di lokasi yang sama dengan Sri Ayu.
Peristiwa yang dialami Sri Ayu dan rekannya, Resky terjadi di Jalan Andalas, Kecamatan Bontoala, Kamis (14/4) sekitar pukul 02.45 Wita. Kejadian berawal saat kedua korban yang tengah berboncengan motor melaju di Jalan Kalimantan, menuju Jalan Andalas.
Setibanya di ujung jalan perempatan Jalan Ujung dan Jalan Andalas, mereka berhenti dekat traffic light. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang sekelompok pengendara motor yang berboncengan. Jumlah mereka puluhan.
Tiba-tiba saja terdengar suara tembakan yang tidak diketahui dari mana asalnya. Dua kali pistol itu menyalak. Pengendara motor yang jumlahnya puluhan orang itupun langsung berhamburan.
Tidak lama kemudian, diketahui kalau ternyata peluru yang keluar dari moncong pistol itu menancap pada tubuh Sri Ayu.
Peristiwa yang dialami Sri Ayu awalnya tidak diketahui oleh polisi. Kejadian tersebut baru terungkap sekitar pukul 03.35 Wita, setelah petugas Polsek Bontoala mendapat informasi dari pihak Rumah Sakit Ibnu Sina jika ada seorang pasiennya yang terkena tembakan di wilayah hukumnya.
Dipimpin langsung Kepala SKPT, Aiptu Assegaf, polisi langsung meluncur RS Ibnu Sina untuk melakukan pengecekan. Dokter piket di Unit Gawat Darurat (UGD) menyampaikan, korban Sri Ayu Lestari mengalami luka tembak pada bagian paha atas sebelah kanan. Dari bagian itu ditemukan proyektil peluru yang masih melengket.
Korban Sri Ayu kemudian dirujuk ke RS Dr Wahidin Sudirhusodo. Namun tidak lama kemudian, sekitar pukul 18.30 Wita, korban mengembuskan nafasnya yang terakhir.
Teman korban yang memboncengnya saat kejadian, Resky yang ditemui di RS Ibnu Sina, Kamis (14/4) sore, mengaku tidak tahu menahu dari mana datangnya peluru yang mengenai Sri. ”Tiba-tiba saja temanku mengalami pendarahan di badannya. Selanjutnya ia dibawa ke RS Ibnu Sina. Ternyata dia terkena peluru di bagian pahanya,” ujar Resky.
Sesaat sebelum kejadian, menurut Resky, ia membonceng Sri Ayu dari Jalan Kalimantan menuju Jalan Ujung-Andalas. ”Waktu di Jalan Andalas, saya berhenti di lampu merah Jalan Ujung-Andalas. Tiba-tiba ada sekelompok pengendara motor yang datang dari arah berlawanan. Seketika kami mendengar suara tembakan. Kelompok motor itu langsung berhamburan. Setelah itu temanku mengalami pendarahan,” terang Resky.
Jenazah korban kemudian diantar ke rumahnya di jalan Malino oleh pihak RS Wahidin bersama polisi pada Kamis (14/4) malam sekitar pukul 22.00 Wita. Pengawalan dilakukan Patko Polrestabes Makassar, yang dipimpin Kapolsekta Bontoala, Kompol Basri Jafar.
Sementara kronologis peristiwa yang dialami Wawan tidak jauh berbeda dengan Sri Ayu. Saat kejadian itu berboncengan dengan rekannya, Adrian (16), salah seorang pelajar SMA di Makassar.
Korban terkena peluru pada paha sebelah kiri dan dilarikan ke RS Angkatan Laut Jala Ammari. Sekitar pukul 03.20 Wita, korban dirujuk ke RS Pelamonia Makassar.
Dokter Ansyar yang bertugas piket di RS Pelamonia saat itu, menerangkan jika korban mengalami luka tembak pada paha sebelah kiri dengan proyektil yang bersarang pada bagian lutut.
Salah seorang saksi bernama Adrian yang tidak lain teman korban, mengatakan mereka saat baru saja dari Jalan Barukang berboncengan bersama korban menuju Jalan Andalas. Seketika itu sekelompok motor sedang berada di Jalan Andalas. Tidak lama pistol meledak sebanyak dua kali.
“Dua kali suara pistol berbunyi. Kelompok motor itu langsung kabur. Teman saya itu (Wawan) baru mengetahui dirinya terkena peluru saat berada di antara Jalan Andalas menuju Jalan Cakalang. Dia melihat pahanya berdarah. Saya langsung bawa ke rumahku di Jalan Barukang, selanjutnya ke RS Lantamal. Saya juga langsung menghubungi keluarganya,” kata Adrian.
Keluarga Wawan kemudian datang ke RS AL Jala Ammari. Sebagian lagi melapor ke Mapolrestabes Makassar sesuai permintaan visum No.Pol:K/155/IV/2016/VER.
“Datangji orang tuanya bersama keluarganya yang lain. Mereka mereka ada yang menjaga, ada juga yang melapor ke polrestabes,” ujar Adrian.
Kasim (40), salah seorang paman korban Wawan, berharap Polrestabes Makassar bisa segera menungkap siapa pelaku penembakan terhadap ponakannya. Dia tak lupa memberi apresiasi terhadap pelayanan yang diberikan terhadap korban.
”Pak Wakapolres turun langsung melihat kondisi ponakan kami. Alhamdulillah, kondisi sudah membaik setelah dioperasi untuk mengangkat proyektil peluru,” kata Kasim.
Sejauh ini pelaku penembakan belum diketahui. Namun, seluruh personel yang ada di lokasi pada saat penembakan terjadi, sementara dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh Propam Polrestabes Makassar.
Wakapolrestabes Makassar, AKBP Hotman Sirait yang dikonfirmasi, Jumat (15/4), membenarkan adanya dua orang korban tembak peluru nyasar dari anggotanya. Kasus penembakan tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak Propam.
“Ada dua korban peluru nyasar saat pembubaran balapan liar oleh polisi. Anggota yang berada di lokasi saat kejadian itu masih menjalani pemeriksaan. Proyektil peluru yang menembus korban sudah ditemukan dan akan diteliti,” kata Hotman.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Rusdi Hartono, kata dia, tengah melakukan kunjungan terhadap korban sekaligus melayat di rumah duka Sri Ayu Lestari. (ish/rus)

Exit mobile version