MAKASSAR, BKM — Kapala Bagian Humas Pemkot Makassar, Firman Hamid Pagarra membeberkan nama nama sejumlah lurah dan camat yang mendapat banyak kritikan dari masyarakat. Kritikan tersebut masuk dalam rapor publik lurah yang telah dibuka sejak 18 hingga 24 Maret 2016 lalu.
Menurut pria yang akrab disapa Firman, pembentukan rapor publik lurah sendiri bertujuan guna mengukur kinerja aparat kelurahan. Apalagi, wacana mutasi lingkup Pemerintah Kota Makassar yang digulirkan sejak awal tahun 2016 segera menemukan titik akhir, dimana Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto akan mengumumkan nama nama pejabat yang akan bergeser dari posisinya.
“Rapor publik lurah juga sangat membantu dalam memberikan penilaian ke pak wali, terkait siapa saja lurah yang memiliki kinerja buruk,” kata Firman, Jumat (15/4).
Menurutnya, sejak dibukanya rapor publik lurah, maka terkumpul sebanyak 149 SMS yang diterima humas. 100 diantaranya berisi dukungan, dan 22 menyampaikan kritik terhadap kinerja lurah dan 5 lainnya berisi dukungan terhadap rapor publik lurah, dan 22 lainnya berisi pertanyaan seputar program Pemkot dan prosedur pelayanan di SKPD, kecamatan ataupun kelurahan.
Sementara itu, jumlah partisipasi yang terjaring melalui WA sebanyak 27, 5 diantaranya berisi dukungan, 11 kritikan, dan 3 tanggapan positif terkait rapor publik lurah, serta 8 tanggapan bersifat umum seputar pelayanan publik di Makassar.
“Memang saat ini ada beberapa lurah yang memiliki kinerja buruk, seperti lurah yang ada di Kecamatan Mamajang, Manggala, Biringkanayya, Rappocini. Paling banyak pengaduan lurah di Kecamatan Mamajang, tapi lurahnya sampai saat ini masih dirahasiakan,” ungkapnya. (arf/war)