Site icon Berita Kota Makassar

BNP Sulbar Sasar Pelaku Usaha

BKM/ALALUDDIN PENCEGAHAN NARKOBA -- Wakil Bupati Matra, Muh Saal (berkopiah) foto bersama sejumlah peserta sesaat setelah membuka acara pencegahan Narkotika di wilayah Matra. Kegiatan ini menghadirkan kalangan pengusaha perhotelan, perkebunan, dan apoteker yang ada di Matra.

PASANGKAYU, BKM — Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sulbar kembali menggalakan pencegahan peredaran Narkoba di Matra. Yakni melalui kegiatan rapat kerja (Raker) peningkatan peranan dan partisipasi lingkungan kerja. Raker ini menghadirikan para pelaku usaha, baik pengusaha perhotelan, pengusaha perkebunan, dan apoteker, Jumat (15/4).
Hadir pula dalam kesempatan itu, Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Mamuju Utara (Matra), Muhammad Saal, dan Kasat Narkoba Polres Matra, AKP Abdul Salam. Kepala BNP Sulbar, Supratman, menyampaikan, pencegahan peredaran obat haram tersebut tidak bisa hanya dilakukan BNN sendiri. Namun mesti juga ditunjang semua stakeholder. Termasuk pelaku usaha khususnya dalam lingkungan kerja mereka.
Partisipasi sektor swasta dalam pencegehan Narkoba, sambung dia, bisa berupa penggunaan dana CSR untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pencegahan maupun rehabiltasi pengguna narkoba. ”Berdasarkan data BNN, sebanyak 2.069.700 atau setera dengan 50,5 persen dari jumlah penyalahguna narkoba di Indonesia, di antaranya adalah pekerja, baik PNS, TNI, Polri, maupun swasta. Data tersebut cukup menjadi alasan bagi pimpinan instansi pemerintah maupun swasta untuk berpartisipasi menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari Narkoba,” terangnya.
Ia juga mengatakan, dalam upaya pemberantasan Narkoba perlu ada pengintegrasian program lintas sektor atau disebut juga pembangunan berwawasan anti narkoba. Dimana meliputi pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, serta kerjasama lintas instansi baik pemerintah maupun swasta.
Ditambahkan, tingkat prevalensi penyalahgunaan Narkoba di Indonesia telah mengalami peningkatan. Pada tahun 2014, tercatat 4.022.223 jiwa atau setara dengan 2,18 persen dari total penduduk Indonesia yang berusia 10 sampai dengan 59 tahun, menjadi 4.098.029 jiwa atau setera dengan 2,20 persen pada tahun 2015.
”Untuk Sulbar sendiri, angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba mengalami penurunan dari angka 18.087 jiwa atau setara dengan 2,09 persen pada tahun 2014, menjadi 17.539 atau setara dengan 1,9 persen pada tahun 2015,” klaimnya.
Dikesempatan yang sama, Muhammad Saal mengaku sangat mengapresiasi upaya pencegahan Narkoba di Matra yang dilakukan BNP Sulbar. Ia pun berharap para pelaku usaha yang ada di Matra mendukung upaya BNP Sulbar tersebut. ”Peredaran Narkoba di Matra ini sudah cukup massif. Ini bisa dilihat, sudah cukup banyak pelaku Narkoba yang ditangkap pihak kepolisian. Jadi peranan pencegahan Narkoba ini tidak cukup hanya di lingkungan kerja. Tapi juga lebih spesifik perlu dilakukan di lingkungan keluarga,” imbuh Wakil Bupati Matra ini. (ala/mir/c)

Exit mobile version