Site icon Berita Kota Makassar

Ketua DPRD Tinjau Longsor Trans Sulawesi

MAKALE, BKM — Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi, Sabtu (16/4) meninjau bencana longsor yang terjadi di jalan Trans Sulawesi Kampung Lembang Kecamatan Masanda, Selasa (12/4) lalu. Longsor di kawasan ini terjadi di tiga titik yakni dua di Lembang Paku dan satu titik lainnya di Lembang Patongloan. Akibatnya akses jalan provinsi menuju Mamasa Sulawesi Barat putus total.
Welem Sambolangi didampingi Kadis PU Haris Paridi, Camat Masanda Daud Balalembang, personil dari Balai Besar Nasional Wilayah IV Sulawesi dibantu personil Koramil dan Satpol PP.
Welem dkk terpaksa kerja ekstra menarik truk yang terjebak lumpur saat meninjau lokasi longsor jalan negara menuju kampung halamannya.
Terputusnya akses jalan trans Sulawesi tersebut, membuat Balai Besar Nasional sewa alat berat eskapator dari Fajar Asia untuk membersihkan material longsor termasuk di dua titik yang amblas.
Ketua DPRD Welem Sambolangi di lokasi longsor kepada BKM mengatakan longsor terjadi di Toraja Barat ada 7 titik, namun yang parah di tiga lokasi.
Mengingat longsor terjadi dijalan nasional sebagai wakil rakyat dari Dapil tersebut bertanggungjawab dengan kepentingan masyarakat. ”Meski saya sadari kelas jalan antarprovinsi domainnya pusat, tapi kita tetap koordinasi dan kerjasama segera melakukan pembenahan,” ujar Welem.
Camat Masanda Daud Balalembang mengatakan tidak ada korban jiwa bencana longsor tersebut namun kerugian materi mencapai jutaan rupiah. Daud khawatir jika hujan masih melanda Tator tidak menutup kemungkinan menyusul di titik lain karena sudah ada ruas jalan yang retak.
Longsor di Lembang Paku dan Patongloan lanjut Daud yang disertai banjir bandang merusak padi masyarakat sekitar 2 ha di Lembang Belau Utara sehingga tidak bisa dipanen.
Termasuk ikan emas masyarakat turut hanyut.
”Wilayah Masanda dan Bittuang rawan longsor,” paparnya. (gus/C)

Exit mobile version