BARRU, BKM — Puluhan nelayan tradisional asal Desa Pancana Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru, Jumat (15/4) mendatangi Gedung DPRD. Mereka didampingi Aliansi Masyarakat Nelayan (Amanat) Tanete.
Di gedung wakil rakyat, para nelayan diterima Wakil Ketua DPRD Andi Wawo dan sejumlah anggota dewan lainnya. Didepan anggota dewan mereka memprotes maraknya aksi pelaku pukat trawl di kawasan Pantai Desa Pancana.
Para nelayan mengaku hadirnya pukat trawl makin menyulitkan mendapatkan hasil laut. Nelayan juga menyoroti pemerintah dan kepolisian yang tidak memberikan perhatian terhadap praktek ilegal fishing yang bisa merusak biota laut. “Pendapatan kami akhir-akhir ini semakin menurun karena ikan sulit lagi diperoleh dalam jumlah maksimal, akibat praktek dari pelaku pukat trawl,” ujar Pata, salah seorang nelayan. Ketua Aliansi Masyarakat Nelayan (Amanat) Tanete Saharuddin yang didapuk sebagai juru bicara meminta adanya tindakan nyata dari pemerintah dan kepolisian untuk menindak tegas para pelaku trawl. Kami berharap kepada wakil rakyat untuk mendengar dan menindaklanjuti jeritan ekonomi para nelayan tradisional.
Kehidupan nelayan hanya dilaut dan aksi ilegal fishing tidak bisa lagi ditolerir. “Makanya kami datang supaya penderitaan masyarakat nelayan bisa dirasakan pemerintah,” pinta Saharuddin.
Wakil Ketua DPRD Andi Wawo Mannojengi mengapresiasi langkah nelayan yang didampingi Amanat dalam menyalurkan aspirasinya ke DPRD. “Kami merespon dan secepatnya merekomendasikan hal ini kepada instansi terkait. Termasuk kepolisian,” aku Andi Wawo. (udi/C)