MAKASSAR, BKM — Istamal alias Tamal (23) tak henti-hentinya menjerit kesakitan setelah satu butir timah panas bersarang pada betis kirinya.
Tamal dilumpuhkan anggota Unit Reskrim Polsek Bontoala lantaran berusaha kabur saat dilakukan pengembangan atas kasus pencurian sejumlah toko di wilayah hukum Polsek Bontala, Minggu (17/4) dini hari.
Warga Jalan Sunu ini sebelumnya diringkus di kediamannya tanpa perlawanan oleh anggota Resmob Polda Sulselbar. Setelah diinterogasi, tersangka Tamal kemudian diserahkan ke Mapolsek Bontoala.
Kanit Reskrim Bontoala, Iptu Ramli JR kemudian memerintahkan Panit II Reskrim, Ipda H Rahman dan sejumlah anggota melakukan pengembangkan dengan membawa tersangka menunjuk lokasi persembunyian kawanan Tamal.
Namun saat itu, Tamal berusaha mengelabui petugas hingga berusaha melarikan diri. Petugas mengaku telah melepaskan tiga kali tembakan ke udara, namun tidak digubris tersangka.
“Anggota membawa tersangka di sekitar Jalan Sunu untuk mencari teman dan barang bukti hasil kejahatannya. Namun saat itu tersangka mencoba melarikan diri. Anggota sudah keluarkan tiga kali tembakan peringatan, namun tidak digubris,” ungkap Kanit Reskrim Bontoala, Iptu Ramli JR.
Setelah dihadiahi timah panas, Tamal langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis.
Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Buhanuddin mengaku, tersangka merupakan residivis dan masuk dalam Darftar Pencarian Orang (DPO) kasus pembobol toko dan rumah di wilayah hukumnya.
“Hasil pemeriksaan penyidik tersangka dalam aksi bersama dua orang teman bernisial TT dan AA masih dalam pencarian dan masuk dalam DPO membobol toko Golden Cell milik Muh Fahmi di Jalan Sunu No 9 pada 6 Juni 2015 dengan cara merusak gembok pintu toko,” Kompol Buhanuddin.
Adapun barang berharga milik korban yang berhasil dibawa kabur tersangka bersama rekannya, yakni 6 buah ponsel berbagai merk dan sejumlah uang dalam kasir.
Tamil juga kembali terlibat aksi pembobolan toko di Jl Sunu pada 23 Februari 2016. Di lokasi ini, Tamil bersama rekannya menguras 20 buah ponsel berbagai merek dan sejumlah uang dalam laci kasir.
“Dalam aksi tersangka bersama teman-temannya membobol pintu toko dengan menggunakan obeng dan linggis pembuka tampal sepeda serta membawa badik dan busur,” tambah Kompol Buhanuddin.
Sejauh ini, petugas masih melakukan pengembangan untuk mengejar tersangka lain dalam kasus ini. (jul-ril)
Spesialis Pembobol Toko Didor..
