Site icon Berita Kota Makassar

Wahab dan Ilham Diunggulkan

BANTAENG, BKM–Dua birokrat diunggulkan untuk bertarung di Pilbup Bantaeng 2018 mendatang. Keduanya merupakan pejabat yakni Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bantaeng Abdul Wahab dan Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Maros, Ilhamsyah Azikin Solthan.
Wahab dikenal sosok birokrat yang telah mengakar dan tersosialisasi melalui jarignan LSM. Apalagi Wahab merupakan pendiri Koskar Tompobulu yang dikenal kritis terhadap kebijakan Pemkab.
Sementara Ilhamsyah atau Ilham cukup dikenal lantaran ayahnya pernah menjadi Bupati Bantaeng dua periode. Selain itu, Ilham juga aktif dalam kegiatan sejumlah organisasi kemasyarakatan dan pemuda. Selain keduanya, terdapat lima birokrat yang juga mengincar posisi yang akan ditinggalkan Prof Nurdin Abdullah Wakil Bupati H Muhammad Yasin, Kadis Perhubungan dan Infokom A Baso Fahrir, Kadis Kependudukan dan catatan sipil HM Amri Pakkanna, Kadis Perindustrian dan Pertambangan, A Mappatoba serta Kadis Pertanian dan Peternakan H Zainuddin Kr Rabbi.
Informasi yang dikumpulkan koran ini tiga dari enam pejabat tersebut berpeluang maju sebagai balon bupati yakni Abdul Wahab, A Baso Fahrir dan Muhammad Yasin. Sedangkan tiga lainnya disebut mengincar posisi wakil.
Abdul Wahab diwacanakan akan berpaket dengan A Mappatoba, Baso Fahrir diwacanakan berpaket dengan Zainuddin, sementara Yasin diwacanakan berpekat dengan Amri Pakkanna. Hanya saja Mappatoba menegaskan bila dirinya ingin maju di Pilbup untuk posisi cabup. “Insya Allah saya maju untuk posisi 01,”ujar Mappatoba baru-baru ini.Untuk itu, antara Wahab dan Mappatoba, belum final sebagai pasangan karena masing-masing mensosialisasikan diri sebagai calon bupati. “Kami belum tahu apakah pak Sekda berpasangan dengan pak Kadis Perindag. Soalnya, keduanya maju sebagai calon bupati,”ujar sumber yang minta namanya tak dikorankan.
Pemerhati politik dari Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir menilai peluang Wahab dan Ilham tak jauh berbeda dengan kandidat lainnya. “Semua kandidat masih relatif berimbang. Tinggal kerja-kerja politik mereka, serta siapa yang didukung Nurdin Abdullah. Di Bantaeng sekitar 62 persen masyarakat masih mendengar apa yang disampaikan Nurdin,”jelas Suwadi. (wam/rif/c)

Exit mobile version