Site icon Berita Kota Makassar

Cakka: Tagih Pajak tanpa Tebang Pilih

LUWU, BKM — Bupati Luwu Andi Mudzakkar menginstruksikan Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah(DPKAD) Luwu terkait penagihan objek pajak tanpa tebang pilih.
Menurut Cakka jumlah objek pajak di Luwu mencapai 180 item yang tersebar disemua kecamatan. DPKAD harus fokus menagih pajak.
“Tak boleh ada tebang pilih saat menagih pajak,” ujar Cakka saat mengikuti penyerahan Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP) dan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) di ruang Andi Kambo, Senin (18/4)
Jika mengacu pada objek pajak saya melihat itu masih kurang. Contohnya di Kecamatan Bastem dan Walenrang Barat tak seimbang sebab dalam pelaporan objek pajak masih ada masyarakat yang terlalu manja membayar pajak.
“Pokoknya tagih dan jangan manjakan masyarakat untuk tidak bayar pajak,” tegas Cakka.
Sementara Kepala DPKAD Luwu Muhammad Arsyal melaporkan setelah melakukan penetapan pajak dengan kalangan camat dan beberapa instansi lainnya termasuk bank Sulsel Cabang Belopa maka kita realisasikan dengan pengisian DHKP dan penyerahan SPPT kepada 22 Camat di Luwu.
Pada tahun 2015, penerimaan objek pajak mencapai Rp 5 miliar dan tahun 2016 potensi penerimaan pajak bisa dicapai Rp 6,2 miliar.
Jumlah ini setelah dilakukan validasi dibeberapa kecamatan Belopa Utara. Omzet pajaknya Rp 422 juta, Latimojong Rp 42 juta (wilayah terpencil) ,Bastem Rp 24 juta lebih (wilayah terpencil), Kamanre Rp 380 juta, Ponrang Selatan 525 juta, Walerang Barat Rp 19 juta (wilayah terpencil) termasuk beberapa objek pajak lainnya. (wan/C)

Exit mobile version