Site icon Berita Kota Makassar

Polhut tak Mampu Pecat Saja

LUWU, BKM — Pasca banjir bandang menghantam Kabupaten Luwu Minggu, (17 /4) dini hari Bupati Luwu Andi Mudzakkar memantau langsung korban banjir bah di Kecamatan Suli dan Suli Barat.
Di desa Malela, Cakka menemui para korban dan berdialog sekaligus memantau salah satu jembatan gantung yang hampir putus terbawa air bah.
Cakka terlihat berang dan menginstruksikan Polisi Kehutanan menangkap para perambah hutan yang mengakibatkan banjir bah.
“Gimana tidak banjir kalau hutan dan gunungnya sudah gundul. Ssaya minta Kadishutbun memerintahkan Polhut menangkap para perambah hutan di Luwu,” tegas Cakka sambil mengurai jika polisi kehutanan tak berani menangkap mereka di pecat saja .
Sebanyak 2.000 rumah di enam kecamatan terendam banjir bah yakni di Suli, Suli Barat, Bua, Bajo Barat, Bajo, Lamasi dan Ponrang Selatan. Para korban kini telah diungsikan.
“Sudah berkali kali saya ingatkan jangan merambah hutan ini, akibatnya jika hutan kita di rambah begini jadinya”ketus Cakka.
Pantauan BKM di wilayah selatan banjir terparah terjadi di Kecamatan Suli.
Wabup Luwu Amru Saher dan Ketua DPRD Luwu Andi Muharrir mendatangi Kecamatan Suli Barat dan Suli. Didampingi Kapolsek Suli, AKP Yosep kemudian melakukan pemantauan dari Desa Murante, Kelurahan Suli hingga Desa Malela kecamatan Suli.
“Air yang berada di badan jalan ini disebabkan karena sempitnya saluran pembuangan. Harus dibuat gorong-gorong yang lebih besar dan ini segera diusulkan di Balai Jalan dan Jembatan,” ujar Wabup. (wan/C)

Exit mobile version