ENREKANG,BKM — Wakil Ketua DPRD Enrekang Arfan Renggong mengaku kaget karena belasan personil Satnarkoba Polres Enrekang, Senin (18/4) mendadak datang ke kantor DPRD Enrekang untuk menggelar tes urine. Sasarannya adalah para anggota DPRD yang sementara rapat persiapan pembahasan persiapan LKPJ.
“Kami tidak tahu, makanya saya kaget, tapi hal seperti ini sangat perlu dan penting dilakukan mendadak, agar cerita negatif terhadap anggota dewan bisa sirna,” ujar Arfan Renggong usai menjalani tes urine.
Arfan menambahkan 26 anggota DPRD yang sementara rapat tidak bisa kemana-mana untuk menghindari test urine. Pasalnya dari dua pintu yang ada di ruang rapat, hanya pintu yang terbuka. Satu persatu para politisi yang sementara menggelar rapat di minta untuk keluar menyetor urinnya masing-masing. Pelaksanaan test urin mendadak ini tidak sampai mengganggu jalannya rapat. Bagi anggota DPRD yang telah diambil urinnya dipersilahkan kembali masuk ruang rapat, untuk melaksanakan ikut rapat.
Menurut Arfan pihaknya mendukung Polres untuk memerangi narkoba yang semakin menggila.”Karena Indonesia darurat narkoba, kami sebagai wakil rakyat mendukung perang melawan narkoba,”tambah Arfan.
Dari hasil test urine 26 anggota DPRD dinyatakan negatif. Kecuali 4 orang anggota dewan yang berhalangan hadir saat test urine yakni Andi Natsir, Dedi Baktiar , Andi Aswan, dan Mustain Sumaile.
Kasat Narkoba Polres Enrekang, AKP Ridwan menyatakan empat anggota DPRD yang tidak ikut tes tetap akan dites urinnya tanpa pemberitahuan sebelumnya. (her/C)