MAKALE, BKM — Pemkab Tana Toraja menetapkan 10 kecamatan masuk zona merah dan rentan terjadi bencana longsor. Penetapan ini menyusul serangkaian bencana longsor yang memutuskan akses jalan trans Sulawesi di Kecamatan Masanda menuju Sulawesi Barat beberapa hari lalu.
Ke 10 kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Bittuang, Masanda, Rano, Mappak, Bonggakaradeng, dan Simbuang di Toraja bagian Barat. Kecamatan Sanggalla, Sanggalla Selatan, Gandan Batu Sillanna, dan Kecamatan Makale Selatan di Toraja Selatan. Akibat longsor tersebut memaksa 35 ribu warga terisolir.
Pemkab telah mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki termasuk personil Kodim 1414 dikerahkan ke lokasi bencana melakukan tindakan darurat.
”Kita kewalahan karena belum tuntas satu lokasi bersihkan material longsor, bencana serupa kembali terjadi di tempat lain,” terang Wabup Victro Datuan Batara kepada BKM Selasa (19/4) di Makale.
Menurut Wabup, salah satu bencana longsor yang menelan korban jiawa adalah di Lo’ko Toti Dusun Tanduk Kecamatan Bittuang, Jumat (15/4) lalu.Seorang nenek Indo Bura (60) atau Nenek Zeth meregang nyawa di pematang sawah setelah longsor tiba-tiba menyeretnya dari perbukitan.
Semua tenaga dan kekuatan Pemkab Tana Toraja bersama Forum Komunikasi Daerah kita sudah kerahkan ke lokasi berikan bantuan darurat dan dukungan moril kepada masyarakat.
Meski demikian masyarakat dihimbau lebih waspada karena bencana tidak kenal waktu terjadi kapan saja, sekalipun pihak Balai Besar Jakan Nasional sudah turun tangan di jalan trans Sulawesi, kita masih tetap kewalahan karena banyaknya titik dan lokasi bencana longsor. (gus/C).