ENREKANG, BKM — Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Parombean Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang sejak Senin 18/4) hingga pagi sekitar pukul 07:00 Wita hari ini membuat longsor hampir sebagian besar wilayah tersebut Selasa (19/4). Puluhan warga kepala kelurga pun diungsikan untuk menghindari runtuhan longsor yang dikawatirkan akan berlanjut.
Longsor sejak dini hari itu, terdapat di sejumlah titik hampir semua wilayah dusun. Namun terparah longsor yang terjadi di Dusun Sarang. Pasalnya, gunung Tamba Kuku dan Batu Mila longsor yang mengakibatkan jalur yang menghubungkan antara satu dusun dengan dusun lain tidak lagi dapat dilalui. Tumpukun tanah longsor menutupi badan jalan. Bahkan sejumlah sungai yang biasanya hanya dilalui dengan jalan kaki pun kini tidak lagi dapat dilalui akibat derasnya air yang mengalir.
Selain itu, sejumlah halaman rumah warga pun juga mulai terkikis akibat longsor. Bahkan kebun warga yang didalamnnya sejumlah tanaman siap panen misalnya merica juga gagal panen akibat terkena longsor. Beruntung longsor yang terjadi di Desa Parombean tidak ada korban jiwa.
Kepala Desa Parombean Rahman Rawali yang dikonfirmasi BKM mengatakan jika pihaknya telah mengungsikan sejumlah warga yang berada di sekitar tanah longsor. Saat ini pihaknya telah memindahkan barang milik warga sebanyak 17 kepala keluarga dengan wilayah berbeda. “Kita pindahkan dulu warga 14 di Dusun Sarang dan 3 di Dusun Buntu Limbong,” terang Rahman Rawali yang menambahkan jika longsor ini terjadi di hampir sebagian besar wilayah Desa Parombean.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Enrekang pun langsung turun ke lokasi. Sejumlah logistik akan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan sementara para warga yang diungsikan. “Kita sekarang ada di lokasi kejadian longsor,” kata Kasi Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Enrekang, Eka Pebryanzah lewat telpon genggamnya.
Logistik berupa makanan siap saji pun telah disiapkan. Sejumlah logistik berupa selimut juga telah disiapkan bagi warga sekitar 20 jiwa lebih yang akan diungsikan dalam satu titik. “Kita bangunkan tenda untuk tempat sementara,” jelasnya lagi. (her)