MAKASSAR, BKM–Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Makassar MH Yunus tidak menginginkan ada lagi perpecahan di dalam tubuh Partai Hanura Makassar yang dipimpinnya saat ini.
Pasca perseturuannya dengan sesama legislator Hanura Makassar Shinta Masita Moulina dan Mustagfir Sabri yang menolak dirinya menjadi ketua kian memanas.
Pasalnya setiap perjumpaan ketiganya tidak pernah bertegur sapa saat berpapasan di DPRD Makassar Shinta kerab kali menghindar alias baku bombe jika berada dalam satu ruangan dengan Yunus.
Saat dikonfirmasi perihal masih adanya perseturuannya dengan sesama kader Hanura, Yunus cepat-cepat membantah. “Kita ingin Partai ini bersatu, tidak ada lagi perpecahan di dalam partai, kita ingin partai ini aman dari perpecahan,” ungkap Ketua DPC Partai Hanura Makassar hasil Muscab di Phinisi Hotel, Selasa (19/4).
Yunus yang juga tercatat sebagai Bendahara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar ini, menginginkan Partai Hanura Makassar yang telah di pimpinnya kembali bekerja tanpa ada lagi sekat.
“Sudahlah jangan dulu bertanya tentang Hanura, kita ingin kader partai bersatu, dan aman tak ada perselisihan,”tuturnya.
Yunus bahkan balik bertanya, masa Hanura yang terus di pertanyakan, padahal sekarang kita inginkan partai ini bersatu tanpa ada perselisihan.
Sebelumnya, perpecehan terjadi di dalam tubuh Hanura Makassar usai Muscab yang juga digelar Jalaluddin Akbar di jalan Pelita. Muscab di Phinisi Hotel didukung DPD Hanura Sulsel, sementara Muscab di pelita dipilih oleh mayoritas Pincam Hanura se Kota Makassar serta dihadiri legislator Hanura Makassar Shinta Moshinta Molina dan Mustagfir Sabri.
Shinta dan Moses juga masih enggan berkomentar perihal masalah partainya saat ini sebab keduanya lebih memilih mengembalikan keputusan partai saja. “Malas mi dek bicara soal itu, biar partai mi saja yang atur,” ucap Shinta.
Sedangkan Moses hanya membaca via SMS tanpa merespon sama sekali perihal perseteruan di dalam partainya sendiri. (ita/rif)