MAKASSAR, BKM — Aksi main hakim sendiri kembali terjadi. Kali ini menimpah seorang Anak Baru Gede (ABG) bernama Fikri (17), warga Jalan Teluk Bayur, Selasa (19/4) sekira pukul 23.00 Wita.
Fikri dihajar oleh sejumlah warga yang tengah melakukan ronda malam, lantaran dicurigai hendak membobol kotak amal di Masjid Alfitrah di Jalan Baji Rupa.
Aksi massa bermula saat Fikri dipergoki tengah mengutakatik kunci pintu masjid oleh sejumlah warga yang kebetulan melintas di depan masjid.
Karen kondisi masjid sepi, warga pun curiga kalau Fikri hendak berniat jahat di dalam masjid. Tak hayal, Fikri pun ditangkap kemudian dihadiahi bogem mentah dari warga.
Petugas dari Polsek Mamajang yang menerima informasi langsung meluncur ke lokasi. Saat diperiksa oleh petugas, ditemukan dalam tas pinggang yang dikenakan Fikri sejumlah anak panah lengkap dengan katapel.
Fikri kemudian digelandang ke Mapolsek Mamajang untuk menjalani pemeriksaan. Diduga kuat, Fikri juga masuk dalam komplotan begal. Dihadapan polisi Fikri mengakui perbuatannya. Niatnya masuk ke dalam masjid untuk mengambil isi kotak amal. tadinya Fikri tak sendiri, satu rekannya berhasil kabur menggunakan sepeda motor, sesaat sebelum warga datang.
“Rencananya memang mau ambil celengan masjid pak. Tapi dilihat sama orang. Temanku sudah kabur naik motor. Saya ditinggal sendiri,” beber Fikri.
Tak sampai disitu, Fikri juga mengaku masuk dalam komplotan begal yang sering beraksi di wilayah hukum Polsek Mamajang.
Dalam aksinya, Fikri tak pernah luput membawa senjata tajam berupa anak panah. Diapun mengaku tak segan-segan melukai korbannya jika melawan.
Kapolsek Mamajang, Kompol Mihardi mengaku masih melakukan pemeriksaan terhadap Fikri. Kini Fikri resmi menjadi tersangka kasus pencurian. Keterangannya juga masih dikembangkan untuk mengejar tersangka lainnya.
“Kita masih buru komplotan tersangka,” tegas Mihardi. (jul-ril)