Site icon Berita Kota Makassar

Enrekang Status Siaga

ENREKANG, BKM — Hingga Rabu (19/4) dini hari bencana longsor yang terjadi sejak Senin lalu di Desa Parombean Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang masih terus terjadi. Kondisi tanah yang labil dan mengalami pergeseran hingga radius 100 meter dari permukaan kawah gunung Lempo memaksa Pemkab mengambil langkah cepat.

Bupati Enrekang Muslimin Bando, Selasa (19/4) sore langsung menetapkan status siaga satu. Bupati juga mengintruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Enrekang untuk siaga 24 jam di lokasi. Logistik berupa makanan siap saji dan selimut untuk pengungsi juga didistribusikan ke wilayah bencana. Status siaga akan berlangsung selama enam hari.Guna menghindari longsor susulan akibat bergesernya tanah di sekitar gunung, BPBD dan pemerintah desa telah mengungsikan 104 Kepala Keluarga (KK) di Gedung SDN 194 Parombean dan tenda darurat.
Kepala BPBD Enrekang, Benny Manjsur, Rabu (20/4) menjelaskan meski tidak ada korban jiwa tapi akses jalan dari dusun satu ke dusun lainnya terputus. Jalan dipenuhi bongkahan tanah longsor dari Gunung Lempo, kaki gunung Latimojong.
”Dari delapan dusun di Desa Parombean, empat diantaranya terisolir yakni Dusun Sarang, Bunga Mendoe, Buntu Limbong dan Lekto Barak,” ujar Benny. Bagi para pengungsi, posko bantuan hingga hari kedua terjadinya bencana dibuka 24 jam di Kantor BPD Enrekang. ”Semua SKPD dan siapapun peduli akan nasib pengungsi dihimbau menyalurkan bantuannya. Bantuan dikoordinir di Kantor BPBD Enrekang,” tambahnya. Bantuan juga datang dari BPBD Provinsi Sulsel.
Kepala Desa Parombean, Abdul Rahman menjelaskan tujuh titik longsor terparah di Desa Parombean. Pihaknya khawatir akan longsor susulan mengingat curah hujan yang cukup tinggi. Kerugian materi hingga kini belum diketahui. Tapi yang pasti sebagai besar kebun warga yang berisi tanaman berupa kopi, coklat, merica, cengkeh, dan jagung serta sejumlah tanaman lainnya habis tertutupi tanah longsor.
”Hingga Rabu (20/4) siang pukul 13.01 Wita, tanah sekitar Gunung Lempo telah bergeser 100 meter dan dikawatirkan akan terjadi longsor susulan yang lebih besar,” tukas Kades. (her/B)

Exit mobile version