Site icon Berita Kota Makassar

Keluarga Nomor Satu

IST Suciyati Sapta Marga

SEBAGAI seorang ibu rumah tangga yang juga bekerja, Suciyati Sapta Marga sangat memaknai perannya. Di rumah, dia memantaskan diri sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya. Karena itu, dia semaksimal mungkin melaksanakan tugas dan tanggung jawab.
IST
Suciyati Sapta MargaSejak anaknya lahir hingga saat ini, tak pernah terbersit dalam hatinya untuk mendelegasikan tanggung jawab kepada orang lain. Apalagi pada pembantu rumah tangga. Sesibuk apapun di kantornya, dia tetap terjun langsung memasak untuk keluarga. Makanya, dia rela bangun subuh-subuh menyiapkan sarapan dan bekal untuk anak-anaknya bawa sekolah.
“Saya punya tiga anak. Mereka kalau sekolah bawa bekal. Itu saya siapkan langsung,” katanya saat bincang-bincang santai dengan BKM di ruang kerjanya, Rabu (20/4).
Dia juga selalu menyisihkan waktu menjadi tempat sharing anak-anaknya, sesibuk apapun di kantor. Pun saat jadi pembicara dalam sebuah seminar atau pertemuan, wanita kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 5 Mei 1970 itu, jika anaknya menelpon butuh bicara, dia akan minta izin untuk menerima telepon.
“Saya berusaha melaksanakan peranku sebagai ibu dan wanita bekerja dengan baik,” ungkap ibu tiga anak ini.
Baginya, kesetaraan gender yang didengung-dengungkan kaum perempuan selama ini bukan sekadar bagaimana kaumnya bisa dilihat pada porsi dan kedudukan sama dalam mengambil peran. Namun juga bagaimana bisa memaksimalkan kodrat sebagai wanita.
Dia merasa bersyukur, ada Raden Ajeng (RA) Kartini yang merintis perjuangan untuk perempuan bisa berkiprah lebih banyak dalam kehidupan sehari-hari sesuai keahlian masing-masing.
Begitu juga dengan dirinya. Diberi amanah sebagai sekretaris di Badan Pemberdayaan Perempuan Pemprov Sulsel, Suci dituntuk untuk memaksimalkan tugasnya.
Dia termasuk salah satu yang terlibat dalam pendirian Badan Pemberdayaan Perempuan di Pemprov Sulsel. Sejak instansi itu belum berjalan maksimal, jumlah pegawainya baru tujuh orang, Suci sudah mengabdikan diri untuk perkembangan dan penguatan lembaga SKPD tempatnya bernaung.
Bagaimana dia bersama pegawai lain menyamakan persepsi, dan bagaimana visi misi pemberdayaan perempuan diterjemahkan. Memaksimalkan peran yang berkaitan dengan perlindungan anak serta pengarusutamaan gender, dan masih banyak lagi yang menjadi tugas serta tanggung jawabnya.
Suci terbiasa disiplin dan memanfaatkan waktu dengan maksimal. Baik untuk keluarga maupun untuk kerja-kerja di kantor. Saat bangun tidur, dia sudah merancang apa saja yang akan dilakukan hari itu. Soal hasil dari segala aktifitas yang dilakukan, semua disandarkan pada Allah, yang mengatur segalanya.
“Intinya, niatkan dari bangun tidur dan mau tidur, semua yang kita lakukan bisa diringankan dan dilancarkan hanya karena Allah,” pungkas istri Andi Muh Sukri ini. (rhm/rus)

Exit mobile version