Site icon Berita Kota Makassar

Pusat Pertokoan Moderen Beroperasi

MAMUJU, BKM — Momen peletakan batu pertama pembangunan pusat pertokoan moderen di kompleks Pasar Sentral Mamuju pada 24 April 2015 lalu, pada Senin, 18 April 2016, memasuki babak baru. Pasar sentral ini diresmikan penggunaannya oleh Bupati Mamuju, Habsi Wahid. Sebelum direnovasi seperti sekarang, Habsi telah terlebih dahulu meletakkan batu pada bangunan pusat pertokoan moderen sejak tahun kemarin, sehingga dapat menjadi seperti sekarang.
Peresmian ini turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Mamuju, Siti Suraida Suhardi, wakil ketua DPRD, para asisten Pemkab Mamuju, Direktur Utama PT Mamuju Karya Mandiri sekaligus Ketua Perusahaan Daerah (Perusda), Kamarullah, Dandim 1418 Mamuju, perwakilan Polres Mamuju, Kepala BPJS Mamuju, Kepala SKPD lingkup Pemkab Mamuju, para pimpinan bank, tokoh masyarakat, dan para undangan.
Pusat pertokoan moderen ini terdiri dari 51 unit ruko. Proses pembangunannya hanya berlangsung selama delapan bulan. Kamarullah yang juga mantan kepala cabang salah satu bank swasta di Kabupaten Mamuju, mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada pemerintah yang telah mempercayakan tugas ini kepadanya.
Sehingga pusat pertokoan ini dapat terealisasi seperti sekarang. ”Kami juga sampaikan, ruko yang kita targetkan akan terbangun selama kurun wakru 18 bulan, rupanya bisa selesai pada 30 Desember 2015 lalu. Dalam jangka waktu hanya 8 bulan, sebanyak 51 ruko ini semuanya selesai terbangun. Kemudian pembangunan sarana parkiran dan pagar itu dibangun pada minggu kedua bulan Januari sampai akhir bulan Maret 2016,” pungkasnya.
Menurut Kamarullah, mungkin timbul pertanyaan kenapa harus PT Mamuju Kartya Mandiri yang mengerjakan pembangunanya. ”Pada kesempatan ini pula kami menyampaikan, PT Mamuju Karya Madiri ini merupakan wujud dari anak perusahaan daerah Kabupaten Mamuju agar bisa bermitra dengan pihak ketiga, investor dalam hal ini. Sehingga ke depan, Perusda memiliki perusahan perseroan atau ruang lingkup yang lebih luas untuk kegiatan usaha,” tegasnya.
Olehnya itu, Habsi Wahid mengimbau kepada seluruh pelaku ekonomi yang ada di Kabupaten Mamuju, dengan contoh yang telah diberikan Perusda dapat membangun pusat pertokoan tanpa adanya biaya APBD dan APBN mereka mampu melaksanakan dengan baik. ”Karena memang proses pembangunan tidak selamanya harus dibiayai dari APBN dan APBD dalam melakukan pembangunan. Tetapi kita berharap, peran pelaku ekonomi bisa melaksanakan sebagaimana yang telah dilakukan Perusda saat ini. Jadi saya harapkan kepada pelaku ekonomi agar bisa melaksanakan serupa yang telah dilaksanakan Perusda. Besar harapan saya kepada pemilik ruko ini, mohon dimanfaatkan sesuai aturan-aturan yang telah disepakati Perusda,” jelasnya. (ala/mir/c)

Exit mobile version