MAKASSAR, BKM — Puluhan mahasiswa Universitas Veteran RI (UVRI) Makassar melakukan aksi unjuk di depan kampus mereka di Jalan WR Supratman, Kamis (21/4). Mereka mendesak rektor dan yayasan untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di kampus. Sebab, jika masalah yang ada tidak segera diselesaikan, mahasiswa yang sudah menyelesaikan kuliahnya tidak bisa diwisuda.
Selain itu, mahasiswa juga meminta kepada yayasan untuk mengambil tindakan tegas terhadap Darwis Rahman dan Yusuf Ismail, dan tidak memperbolehkannya beraktifitas di dalam kampus.
“Kami ingin segera diwisuda. Kasihan orang tua kami di kampung, yang banting tulang membiayai anaknya kuliah untuk mendapat gelar dan melihatnya memakai toga. Untuk itu, kami harap pihak kampus segera menyelesaikan masalah yang ada dan segera melaksanakan wisuda,” kata Jenderal Lapangan, Ramlin.
Ia menilai, berbagai persoalan yang ada di lingkup UVRI harus ditindaklanjuti dengan penuh ketegasan. Apalagi, masalah yang ada sudah lama berlarut-larut.
Salah satunya, sebut Ramlim, adalah proses perubahan nama kampus Universitas Veteran Republik Indonesia (UVRI) menjadi Universitas Karya Darma Makassar (UKDM), yang menyebabkan terhambatnya proses pengimputan pangkalan data perguruan tinggi yang sampai saat ini belum ada kepastiannya dari Kemenristek Dikti.
“Wisuda mahasiswa UVRI Makassar sampai saat ini juga masih ditunda dengan alasan belum terbit SK perubahan nama UVRI ke UKDM. Jadi kami minta Rektor UVRI Makassar Soekarno A Husain dan Ketua Yayasan Karya Darma Daerah Makassar (YKDDM) Letkol Pol (Purn) Andi So’e untuk segera menyelamatkan seluruh mahasiswa dan alumni UVRI dengan sikap tegas,” pungkasnya.
Ketika ingin dikonfirmasi, pihak kampus melarang wartawan masuk ke dalam ruangan rektor. Sejumlah petugas kepolisian terlihat memperketat penjagaan di luar ruangan dan melarang orang-orang untuk masuk. (arf/rus)
Mahasiswa UVRI: Kami Ingin Diwisuda
