PERZIARAH asal Kota Makassar dan daerah sekitarnya memadati Tempat Pemakaman Islam Panaikang, Makassar menjelang Ramadan 1437 Hijriah.
Laporan: ARIF AL QADRI
Seorang warga yang melakukan ziarah kubur di TPU Panaikang, Herik mengaku, rutin setiap tahun berziarah sekaligus berdoa di kuburan keluarganya.
“Kita selalu menyempatkan diri membersihkan kuburan, berdoa dan mengenang keluarga yang lebih dahulu menghadap Allah,” ujarnya.
Apalagi berziarah ke kuburan keluarga sudah menjadi tradisi turun temurun. Selain membacakan doa, dia juga menabur bunga dan air diatas kuburan. “Biasanya sebulan sekali datang berkunjung dan membacakan doa,” tutur.
Hal yang sama diutarakan Rahman, yang mengaku jika ziarah menjadi tradisi setiap jelang ramadan.”Ini sudah menjadi tradisi setiap menjelang Ramadan, kami mengunjungi makam keluarga,” katanya.
Menurut dia, selain mengunjungi keluarga yang lebih tua untuk memohon maaf sebelum memasuki bulan suci Ramadan, rutinitas lainnya adalah mengunjungi makam keluarga untuk didoakan.
Dari pantauan BKM, sepekan lalu, aktifitas dilokasi pekuburan mulai terlihat ramai, sejumlah masyarakat silih berganti berdatangan memasuki lokasi pekuburan dengan membawa bunga dan air. Selain itu, masyarakat yang datang berziarah ke kuburan keluarga atau kerabatnya juga menyempatkan diri untuk mengirim doa dan membersihkan sampah dedaunan disekitar makam.
Penjual bunga juga terlihat begitu sibuk berkeliaran disekitar halaman depan pekuburan untuk menjajahkan bunga mereka kepada peziarah, sesekali mereka terlihat berlomba berlari mengejar para peziarah dari poros jalan sampai ke tempat parkiran sambil teriak menawarkan dagangannya. Adapun bocah bocah yang ikut mengejar para peziarah mengharap mendapatkan sedekah dengan memanfaatkan momen seperti ini.
Memasuki lokasi pekuburan, terlihat beberapa Gepeng duduk manis menunggu recehan yang masuk ke dalam kaleng bekas yang digunakan sebagai wadah menampung koin yang didapatkan dari para peziarah, sejumlah masyarakat juga memanfaatkan momen ini dengan membuka usaha musiman dengan berdagang kopi, makanan seperti jagung dan lain sebagainya.
Jamal, salah satu tukang bersih kubur mengatakan, seminggu menjelang ramadan dia biasa membawa pulang uang sekitar Rp100 – Rp150 perharinya.(arf)
