MAKASSAR,BKM — Puddin (55),warga Capoa Kelurahan Capoa Kecamatan Tallo harus berurusan dengan aparat kepolisian, lantaran nyaris menikam Naha (45), yang tak lain istrinya sendiri, Minggu (24/4) pukul 02.00 Wita.
Puddin diketahui mengancam istrinya dengan menggunakan senjata tajam (badi) lantaran jengkel tak disediakan makanan oleh istrinya.
Sebelum melakukan pengancaman, pelaku sempat keluar ruamh dan ikut pesta minuman keras bersama rekannya.
Kembalinya ke rumah, Puddin dan Naha kembali adumulut hingga, Puddin naik pitam dan nyaris menikam istrinya tersebut. Naha yang merasa terancam langsung melarikan diri dan menghubungi saudaranya, Arifin Daeng Nai’ (51), warga Bunga Ejayya. Arifin Daeng Nai’ kemudian mengarahkan adiknya tersebut melapor ke polisi.
Naha ditemui di Mapolsek Tallo mengaku sempat menegur suaminya saat pulang ke rumah. “Waktu pulang mi itu pak saya tanya dia, kamu dari mana, makananmu sudah disediakan, kenapa keluar tidak bilang ke saya. Tapi dia (Puddin) malah marah dan ancam saya pakai badik,” beber Naha di Mapolsek Tallo.
Sementara Arifin yang tak lain kaka pelapor, memberberkan hubungan Naha dan Puddin belakangan mulai renggang. Naha dan Puddin telah menjalani hubungan selama 40 tahun dan dikarunia 8 orang anak. Selama ini, Naha mengaku yang menjadi tulang punggung keluarga. Sementara suaminya tidak bekerja alias pengangguran.”Selama ini adik ku ji yang kerja. Suaminya hanya tinggal di rumah saja. Kerjanya hanya minum-minum. Sementara mereka punya anak delapan orang, bahkan sudah dikarunai cucu,masa tidak punya rasa tanggungjawab. Puddin itu juga sering kasari istrinya,” terang Arifin.
Akibat perbuatannya, Puddin bersama barang bukti sebilah badik, dimanakan ke Mapolsek Tallo. Dihadapan polisi Puddin mengaku khilaf mengancam istrinya lantaran dibawah pengaruh minuman beralkohol. “Memang saya jengkel pak karena tidak disediakan makanan,” kilah Puddin.
Meski demikian, ayah 8 anak ini tetap menjalani proses hukum berdasarkan laporan istrinya sendiri. (ish-ril)