Site icon Berita Kota Makassar

Polimarim Lembaga Diklat Pertama Gelar ToT 6.10

MAKASSAR, BKM — Politeknik Maritim (Polimarim) AMI Makassar menjadi lembaga pendidikan dan latihan (diklat) pertama di Indonesia yang melaksanakan ToT 6.10. Kegiatan serupa hanya dilaksanakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.
Training Course for Train The Simulator Trainer and Assessor (ToT IMO Model Course) 6.10 diperuntukkan bagi tenaga pengajar dan instruktur simulator. Sebanyak 32 pengajar dan instruktur simulator Polimarim AMI mengikuti kegiatan ini.
ToT yang berlangsung selama lima hari ini, ditutup pelaksanaannya oleh Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan PPSDM Hubla, Capt Asnam Rohadi di Aula Polimarim AMI, Senin (25/4).
Ditemui usai acara penutupan, Asnam Rohadi mengapresiasi pengelola Polimarim AMI yang telah melaksanakan kegiatan ini. ”Saya salut kepada Pak Direktur Polimarim AMI, karena lembaganya merupakan yang pertama di luar sekolah Kemenhub yang melaksanakan ToT 6.10. Ini suatu terobosan yang luar biasa,” kata Asnam.
Dijelaskan, pelatihan bagi tenaga pengajar dan instruktur simulator ini merupakan keharusan yang ditetapkan oleh IMO (International Maritime Organisation). Nantinya pihak asing akan melakukan audit terhadap lembaga pendidikan dan mempertanyakan tenaga pengajar serta instruktur simulator yang telah mengikuti ToT 6.10.
”Ini juga penting untuk tenaga pelaut kita. Khususnya yang menangani dek dan mesin,” ujar Asnam.
Diakui Kabid Pendidikan, tenaga pengajar untuk ToT 6.10 masih terbilang langka. Karenanya, ia terus mendorong lembaga diklat yang ada untuk melaksanakan training semacam ini.
Direktur Polimarim AMI, Amrin A Rani menambahkan, saat ini tenaga pengajar dan instruktur simulator yang telah memegang sertifikat ToT 6.10 baru sebanyak 72 orang. Sebanyak 32 diantaranya ada di Polimarim AMI.
”Jadi hampir seperduanya ada di kampus Polimarim AMI Makassar. Mereka ini telah mengikuti ToT selama lima hari, dengan pemateri dari PPSDM Perhubungan Laut. Kualitasnya tidak diragukan lagi,” kata Amrin.
Sebelumnya, dalam sambutannya sebelum penutupan ToT, Amrin yang selama dua tahun lebih memimpin Akademi Maritim Indonesia (AMI) Veteran lalu terpilih menjadi Direktur Polimarim AMI Makassar, menyampaikan rencananya untuk membeli satu unit peralatan baru, yaitu cargo handling. Ia bahkan menargetkan alat tersebut sudah terpasang pada 1 Januari 2017 mendatang.
Terkait perubahan bentuk AMI Veteran menjadi Polimarim AMI Makassar, Kabid Pendidikan PPSDM Hubla menyatakan dukungannya. Ia bahkan menegaskan bahwa Polimarim AMI yang sah beralamat di Jalan Nuri, bukan di tempat lain. (rus)

Exit mobile version