Site icon Berita Kota Makassar

Polisi Didesak Usut Reklamasi Pantai Manakarra

MAMUJU, BKM — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (Granatk) untuk kedua kalinya menggelar aksi demonstrasi di gedung DPRD Mamuju, Senin (24/4). Sama seperti demo yang pertama, para mahasiswa ini menuntut kejelasan terkait reklamasi Pantai Manakarra Mamuju.
Rahul, salah seorang pendemo dalam orasinya mengatakan, kedatangan mereka ke gedung wakil rakyat ini, selain untuk meminta kepada para wakil rakyat ini agar melakukan pengusutan terkait reklamasi pantai Manakarra dan keberadaan Hotel d’Maleo dan kepemilikan aset daerah yang sampai saat ini tidak jelas kepemilikannya.
”Selain itu, kami juga meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas pembangunan reklamasi Pantai Manakarra yang dianggap sarat dengan persoalan. Termasuk tidak memiliki amdal,” teriaknya.
Para mahasiswa ini juga menuntut kejelasan terkait reklamasi Pantai Manakarra dan peruntukannya untuk siapa terhadap reklamasi yang telah dilaksanakan ini. ”Kami meminta kejelasan terkait reklamasi Pantai Manakarra Mamuju saat ini dalam peruntukannya, dan ini untuk siapa terhadap reklamasi yang telah dilaksanakan. Kami bersama rekan-rekan mahasiswa yang tergabung dalam Granatk datang ke sini di DPRD Mamuju yang telah sepakat untuk mengundang kami membahas persoalan ini. Namun mereka (DPRD, red) tak melakukannya. Dan kami menilai ini adalah suatu pembodohan dan pembohongan, karena mengabaikan tuntutan kami,” ujar Munsir, Korlap aksi berapi api.
Aksi mahasiwa di depan gedung DPRD Mamuju ini, telah mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian dan Satpol PP. ”Kami meminta kepada DPRD Mamuju untuk melakukan pemanggilan kepada pemerintah daerah Mamuju dan pihak yang melakukan reklamasi pantai Mamuju. Dalam hal ini PT KMP untuk mengklarifikasi terkait persoalan reklamasi,” ungkap Sahdan. (ala/mir/c)

Exit mobile version