Site icon Berita Kota Makassar

Wali Kota Peduli Pesantren

PAREPARE, BKM — Sebanyak 2.500 siswa-siswi di di Kota Parepare akan masuk dan tinggal di pondok pesantren DDI Al Badar Bilalangnge Kelurahan Lemoe Kecamatan Bacukiki selama sepekan mulai Senin, (25/4)
”Penerapan program peduli pesantren ini menyusul berbagai kebijakan dalam menumbuhkan suasana religius kota yang diterapkan dalam dua tahun terakhir,”ujar Wali KOta Parepare Taufan Pawe saat menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj di Mesjid Al Falah Kelurahan Cappagalung, Kecamatan Bacukiki Barat, Sabtu Malam (23/4).
Program peduli pesantren bagi siswa-siswi ini agar diperoleh pendidikan karakter dan moralitas yang kuat, karena nantinya anak-anak kita ini akan jadi pemimpin-pemimpin bangsa.
“Apalah artinya semua itu jika tidak ada moral dan karakter yang kuat tertanam pada dirinya”, ujarnya.
Program ini bertujuan mengembalikan identitas Kota Parepare yang sejak dulu telah dikenal sebagai kota santri dan kota ulama. ”Ciri dan karakter sebagai kota agamis tidak boleh hilang dari masyarakat dan kehidupan Kota Parepare, Ini merupakan tanggung jawab kita semua”, paparnya.
Dia menyadari kemajuan fisik kota Parepare, dua tahun terakhir ini, tidak boleh mencabik-cabik nilai-nilai yang dianut oleh masyarakatnya.
Membangun rohani masyarakat Parepare tidak semudah membangun fisik kota. “Membangun umat hasilnya tidak bisa langsung dirasakan, tidak seperti membangun fisik kota yang bisa langsung kelihatan hasilnya”, jelasnya.
Taufan mengungkapkan, pembangunan umat harus berbading lurus dengan pembangunan fisik. Pembangunan umat yang baik akan melahirkan masyarakat Parepare yang berakhlak mulia dan mempunyai nilai-nilai kesyukuran. Dan apabila masyarakat telah memilikinya maka masyarakat akan menjaga hasil-hasil pembangunan yang telah dilakukan pemerintah. (smr/C)

Exit mobile version