PASANGKAYU, BKM — Banjir yang menggenangi ratusan rumah warga di beberapa kecamatan di Kabupaten Mamuju Utara (Matra) sejak sepekan lalu, mendorong pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendirikan posko pengungsian. Namun posko tersebut tampak tidak berpenghuni.
Warga korban banjir lebih memilih bertahan di rumah keluarganya. Pasalnya, posko tersebut dipandang tidak layak. Karena tidak mempunyai lampu penerangan dan tikar sebagai alas tempat tidur. Selain itu, warga juga mengeluhkan tidak adanya selimut yang dibagikan kepada pengungsi.
Padahal, lokasi pengungsian itu berada tidak jauh dari lokasi banjir. Sehingga warga sangat membutuhkan selimut. Selain mengeluhkan dingin, warga juga mengeluhkan banyaknya nyamuk. Meski harus berdesak-desakan dan tidur menggunakan alat seadanya, warga memilih bermalam di rumah salah seorang warga yang tidak terendam banjir.
Agustina, warga Dusun Marisa yang dikonfirmasi terkait banjir ini, mengatakan, tenda pengungsian tidak layak untuk ditempati tidur. Karena selain gelap karena minim penerangan, juga tidak ada tikar sebagai alas untuk tidur. Sementara Posko juga tidak mempunyai dinding namun selimut untuk digunakan tidur juga tidak ada. (ala/mir/c)