SALAH SATU cara yang bisa dilakukan untuk menghemat biaya perjalanan khususnya apabila berpergian dengan kelompok besar adalah dengan menggunakan jasa rental mobil. Bisnis rental mobil bahkan telah menjamur dimana-mana, baik kota besar maupun kecil.
Laporan: ARIF AL QADRY
Hanya saja, banyak orang belum mengetahui suka-duka para sopir mobil rental yang penuh tantangan. Selain dituntut harus berhati hati membawa mobil yang ditumpangi puluhan penumpang juga diharuskan jeli untuk memilih penumpang yang akan menyewa jasanya dengan merental mobil.
Seperti pengalaman yang dirasakan Darwis Abdul Muttalib (64) tahun. Pria duda yang belum memiliki anak itu mengaku sudah banyak mendapatkan pengalaman semenjak puluhan tahun berprofesi sebagai sopir mobil rental. Selain musibah kecelakaan, hingga aksi pencurian mobil menggunakan cara menghipnotis.
Modusnya-pun yang dilakukan pelaku dengan cara berpura-pura ingin menyewa mobil rental.”Banyak cara dilakukan orang jahat ke sopir rental. Saya sudah pernah di hipnotis hingga ditodong diperjalanan semata-mata meminta uang dan mengambil mobil,” ujar pria berdarah Bugis Makassar yang lahir di Pulau Selayar 02 Agustus 1952.
Sedikit bercerita, saat itu di samping kantor Balai Kota Makassar, dia memarkir mobil rental milik bos-nya. Dan seperti hari biasanya dia menunggu orang untuk menyewa mobil dan jasanya sebagai sopir untuk berkeliling baik di dalam kota maupun daerah. Katanya, saat itu sekitar pukul 11:30 wita, seorang laki-laki menghampirinya dan mengaku ingin menyewa mobil rental dan juga jasanya selaku sopir untuk mengantarkan pria itu ke Pasar Daya.
Setibanya di tempat tujuan, dia kemudian disuruh untuk menunggu di dalam mobil dan pria tersebut masuk ke dalam pasar. Hanya sekitar 15 menit kemudian, pria yang menyewa mobil tersebut keluar dan meminta kepada Darwis sapaan akrabnya untuk menyerahkan kunci mobil dan STNK karena ingin mengurus surat surat di salah satu polsek yang tidak jauh dari pasar Daya.
“Waktu dia minta saya menunggu, saya tidak sadar kasih kunci mobil sama itu orang. Mungkin sekitar 20 menit saya sadar dan baru tahu kalau barusan saya telah dihipnotis. Dihari itupun saya langsung ke kantor polisi untuk melaporkan apa yang saya alami,” katanya.
Setelah menjalani pemeriksaan di kantor polisi yang didampingi rekannya, dia kemudian pulang. Keesokan harinya, dia berinisiatif untuk mencari orang pintar untuk melihat mobil yang selama itu menjadi mata pencahariannya.
“Itu waktu saya langsung pergi ke orang pintar untuk lihat itu mobil, dan menurut orang pintar itu mobil saya masih ada di Makassar dan hanya saja orang yang meminjam mobilnya atau yang menghipnotisnya sudah tidak ada lagi,” kata Darwis meniru penyampaian Dukun tersebut.
Namun Darwis tetap saja bingung dan pusing memikirkan bagaimana cara untuk mendapatkan uang agar bisa membayar ganti rugi separuh harga mobil yang telah hilang. Karena saat itu pemilik mobil meminta kepadanya untuk mengganti mobil yang hilang dengan sepruh harga.
Berkat doanya, mobil yang sudah beberapa hari hilang ternyata datang ke rumah pemilik mobil sesuai alamat di STNK. Pemilik mobil kemudian menghubungi Darwis jika ada seorang penjual emas yang mangkal di Pasar Daya membawa pulang mobil yang sudah beberapa hari hilang. Ternyata usut punya usut, penjual emas yang membawa mobil Darwis ternyata menjadi korban penipuan dari orang yang diduga juga mengambil mobil Darwis.
Untuk itu, dari pengalaman pahit tersebut membuat dia lebih selektif memilih pengguna jasa rental mobil. (arf)
