Site icon Berita Kota Makassar

Haris Tanggapi Santai Protes Asriady

GOWA, BKM — Kekecewaan Ketua Komisi IV DPRD Gowa, Asriady Arasy bersama sejumlah anggota dewan yang dimasukkan sebagai anggota Panitia Khusus dua rancangan peraturan daerah (Ranperda), Pertambangan Mineral dan Batubara serta Ranperda tentang LAD (Lembaga Adat Daerah) Gowa ditanggapi enteng Wakil Ketua DPRD Gowa, Muh Haris Tappa.
Muh Haris mengatakan, jika pembentukan dua Pansus tersebut sudah sesuai dengan mekanisme dan tatib dewan.
“Apalagi ini masalahnya, kan kemarin itu waktu selesai rapat LKPj memang akan dilakukan pemilihan ketua pansus, tapi ditunda. Dan bari Senin kemarin kita lakukan. Lagipula sudah ada SK-nya dari pak ketua dewan sisa dilanjutkan saja. Dan kemarin waktu rapat dilakukan, kan sudah quorum juga, lalu apa lagi masalahnya,” kilah legislator PAN ini, Rabu (27/4).
Disinggung soal undangan yang dinilai oleh koleganya menyalahi Tatib, kata Haris Tappa, itu adalah hal yang biasa saja.
“Akh biasaji itu. Biasa lagi kita cuma melalui SMS dan undangan menyusul.Bahkan lagi biasa kita bahas pansus di warung kopi ji, ” timpal Haris Tappa lagi.
Haris Tappa juga mengaku, Senin itu sempat bertemu Asriady Arasy dan Fitriady sebelum keduanya berangkat ke Bone untuk Pansus Pengelolaan Pasar. “Bahkan mereka berdua bilang tidak mungkin membatalkan keberangkatan mereka untuk tugas negara. Mereka kita kabari ji waktu kita mau rapat. Jadi jangan mi terlalu dipikirkan kalau Pansus LAD ini karena ada kepentingan orang, tidak ada ji apa-apa dengan pansus ini,” tandas Haris Tappa.
Sebelumnya Asriady Arasy maupun H Fitriady dan Robby Harun memberikan keterangan pers kepada sejumlah media terkait pembentukan Pansus dan pemilihan ketua Pansus yang dinilainya tidak sesuai mekanisme pada Selasa (26/4) sore di ruang Badan Kehormatan DPRD Gowa.
Ketiga legislator yang masuk dalam Pansus tambang dan LAD ini merasa ada hal yang disembunyikan terkait pansus ini. Apalagi saat digelar rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Gowa, Muh Haris Tappa tersebut, menurut Asriady, seakan-akan mereka bertiga ditunggui tidak ada di kantor lalu rapat digelar.
“Makanya kami sangat heran dan menilai ada apa di dalam pembentukan pansus ini kenapa sampai kesannya ditutup-tutupi,” kata Asriady Arasy kemarin kepada media. (sar-ril)

Exit mobile version