JIKA sebelumnya kualitas kamera disimbolkan dari besarnya, kehadiran GoPro sepertinya mengubah anggapan tersebut.
Walau bentuknya kecil mungil, namun jika berbicara resolusi, kamera ini laik untuk diandalkan. Yah, resolusinya cukup mumpuni sehingga bisa menjadi alternatif menggantikan kamera DLSRM
Laporan: Rahmawati Amri
JENNY mengaku, sejak mengenal kamera GoPro, benda itu menjadi perangkat wajib yang harus ada di dalam tasnya. Apalagi ketika dia melakukan travelling. Kamera ini diakui mampu membantu kerja-kerja fotografinya. Seperti saat bertugas di kehumasan Pemprov Sulsel sebagai fotografer.
Jenny menjelaskan, karena bentuknya yang kecil, GoPro cukup gampang disematkan di mana saja. Seperti saat menjajal medan di Toraja. Dia bisa dengAn enteng menyimpan kamera itu di bagian atas helmnya untuk mendokumentasikan perjalanannya. Videonya memang juga cukup laik untuk diandalkan.
Karena keunggulan dan keunikannya, pecinta GoPro di Makassar mulai mendirikan komunitas-komunitas. Salah satunya, GoProID Makassar.
Jenny pun mengaku tertarik untuk bergabung dalam salah satu wadah atau komunitas yang ada agar bisa saling sharing dan berbagi informasi terkait penggunaan kamera tersebut.
Dia melanjutkan, saat ini bukan hanya kalangan pecinta fotografi yang menggandrungi kamera ini. Namun sudah menjalar di kalangan anak muda, khususnya yang doyan berselfie ria.
Jenny mengaku GoPro mampu menggantikan fungsi HP yang fiturnya sangat terbatas untuk mengabadikan momen berselfie ria.
Lain lagi pengakuan Ilham, yang hobi offroader dan menjadi anggota IOF. Dia mengaku sejak kenal dengan GoPro, kamera itu selalu dibawanya ketika ber-adventure ria.
“Dari pada bawa kamera DLSR yang berat, sekarang mending bawa GoPro. Lebih efektif. Apalagi fungsinya hampir samaji,” jelas Ilham.
Dia melanjutkan, untuk merekam video, kualitasnya juga cukup lumayan. Dengan resolusi yang bagus, tangkapan gambar tidak mengecewakan.
“Cukup bisa juga diandalkan untuk rekam momen-momen menarik. Bawanya juga tidak terlalu ribet,” pungkasnya. (*/rus)
