TERNYATA profesi sebagai sopir mobil rental tidak seperti yang dibayangkan orang. Orang kadang menilai sopir mobil rental memiliki penghasilan besar, karena setiap harinya ada puluhan pengguna jasa mereka.
REPORTER: ARIF AL QADRY
Padahal, anggapan itu tidak-lah benar. Sebab jika sepi dari orderan, kadang sopir mobil rental tidak membawa pulang sepersen-pun uang untuk bisa dibelanjakan demi kebutuhan rumah tangganya.
Hal tersebut juga dirasakan oleh Darwis Abdul Muttalib, sopir mobil rental yang seringkali mangkal di samping Kantor Balai Kota Makassar.
Sepinya penumpang sudah ia rasakan sejak tahun 2013 lalu, dimana bisnis mobil rental saat itu kian menjamur. Bahkan mobil-mobil baru dengan pelayanan yang lebih maksimal serta fasilitas dalam mobil membuat persaingan mobil rental kian besar.
Ia juga mengaku, sejak bergelut menjadi sopir mobil rental di tahun 1990 sampai akhir 2012 pendapatannya cukup banyak hingga mencapai Rp3 juta per Minggu. Sedangkan saat ini dia hanya mampu mendapat sedikitnya 1 juta perminggu.
“Sekarang ini saya paling keluar tiga kali dalam seminggu dan itupun kebanyakan di dalam Kota Makassar. Tapi kita mujur kalau bisa keluar empat kali dalam seminggu, sebab sudah cukup susah mendapat penumpang,” katanya.
Belum lagi, tambah Darwis, masyarakat juga sudah tidak lagi tergantung pada penyewaan mobil rental, karena masyarakat kadangkala trauma dengan pemberitaan kalau kejahatan banyak terjadi di dalam mobil rental.
Pria duda yang sudah berumur (64) tahun itu, juga mengaku sudah banyak mendapatkan pengalaman semenjak puluhan tahun berprofesi sebagai sopir mobil rental. Selain musibah kecelakaan, hingga aksi pencurian mobil menggunakan cara menghipnotis.
Modusnya-pun yang dilakukan pelaku dengan cara berpura-pura ingin menyewa mobil rental.”Banyak cara dilakukan orang jahat ke sopir rental. Saya sudah pernah di hipnotis hingga ditodong diperjalanan semata-mata meminta uang dan mengambil mobil,” ujar pria berdarah Bugis Makassar yang lahir di Pulau Selayar 02 Agustus 1952 ini.(arf/war)