Site icon Berita Kota Makassar

Tujuh Proyek Jalan Ditunda

MAROS, BKM — Pengurangan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 10 persen dari pemerintah pusat berdampak pada kegiatan pekerjaan fisik di Kabupaten Maros. Sedikitnya sekitar 10 km jalan pada tahun 2016 ini tidak tersentuh perbaikan.
Berdasarkan Surat Edaran Nomor SE.10 /MK.07/2016 tentang Pengurangan Pemotongan DAK Fisik secara mandiri tahun 2016 tercatat sekitar Rp160 miliar DAK yang diperuntukkan untuk pekerjaan fisik di Kabupaten Maros harus terpangkas 10 persen atau sebesar Rp16 miliar.
Bupati Maros, HM Hatta Rahman mengatakan, dengan pertimbangan yang dikeluarkan pemerintah pusat, setidaknya memiliki dampak untuk pembangunan di Maros. Untuk mensiasati itu semua, pemerintah akan mengambil tindakan untuk menunda proses lelang beberapa pekerjaan fisik.
“Kita tetap jalan. Pengerjaan yang sudah masuk dalam proses tender tetap akan dilanjutkan. Sementara pengerjaan yang belum dilelang, maka pengerjaannya ditunda. Ini salah satu langkah antisipasi yang kita ambil terkait kebijakan dari pemerintah pusat itu, ” jelasnya, Rabu (27/4).
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Maros, Muetazim Mansyur juga tak menampik adanya dampak dari pengurangan DAK. Senada dengan Bupati Maros, Muetazim mengaku ada beberapa pengerjaan jalan yang terpaksa ditunda.
“Dari 67 progres pengerjaan jalan yang akan dikerja tahun ini, ada sekitar tujuh yang pengerjaannya ditunda. Itupun yang belum masuk tahap lelang. Untuk yang sudah masuk tahap lelang, tetap akan dilanjutkan pengerjaannya,” jelasnya.
Dia mengatakan, penundaan pengerjaan tujuh paket jalan ini akan diupayakan untuk dimasukkan pada APBD perubahan tahun 2016. Sehingga penundaan pengerjaannya tidak memakan waktu lama. Dia jugamenyebutkan, ketujh paket jalan ini tersebar di empat kecamatan, yakni kecamatan, Mallawa, Kecamatan Tanralili, kecamatan Bontoa dan kecamatan Maros Baru.
“Jalan di sana bukannya tidak bagus. Sudah bagus dan bisa dilalui kendaraan roda empat, hanya saja memang masih butuh sentuhan pengerjaan jalan supaya lebih baik lagi. Makanya kami akan tetap memprioritaskan pada APBD Perubahan nanti,” ucapnya. (ari-ril)

Exit mobile version