DI kalangan suporter PSM, nama Middi Telleng sudah tidak asing lagi. Dia salah satu dari sedikit perempuan yang ‘cinta mati’ dan fanatik berat pada tim Juku Eja.
Baik saat ada maupun tidak ada laga, wanita yang populer disapa Bunda ini selalu setiap memberi support atau semangat pada kesebelasan andalannya itu.
IST
Middi TellengDia menjadi suporter fanatik PSM sejak 10 tahun lalu. Hampir sebagian besar laga PSM baik di kandang sendiri maupun di luar daerah, diikuti.
“Bunda selalu berusaha menyempatkan diri ikut memberi semangat bagi PSM di manapun bertanding. Ke Tenggarong, Bantul, Balikpapan, dan daerah lain,” ungkapnya kepada BKM, Kamis (28/4).
Wanita kelahiran Makassar, 4 Desember 1980 itu tergabung dalam suporter RedGank. Suporter wanitanya dinamakan RedGank Nona (Redno). Jumlah seluruh anggotanya sekitar 3.200 orang, diluar simpatisan. Dia kemudian dipercaya sebagai koordinator suporter Redno.
IST
Middi TellengSebagai koordinator suporter, Bunda selalu menekankan suporter harus bijak dan cerdas. Setiap saat harus bisa menerima kekalahan tim. Itu untuk menghindari anggapan masyarakat jika suporter itu anarkis. “Kami punya aturan, RedGank no anarkis,” tegasnya.
Dia mengaku, sesama suporter pecinta PSM, mereka yang tergabung dalam RedGank merasa satu kesatuan keluarga besar. Sehingga setiap kegiatan yang membutuhkan waktu dan biaya akan ditanggulangi bersama-sama sehingga terasa ringan.
Dalam setiap laga, Bunda selalu berada di jajaran bangku suporter dengan posisi dirigen 2. Aktifitasnya mendukung PSM mendapat dukungan penuh dari sang suami yang juga cinta mati pada kesebelasan itu.
“Kebetulan suami Bunda adalah sekjen di organisasi RedGank sehingga kami berkolaborasi dalam komunitas untuk memberi semangat bagi PSM agar selalu tampil maksimal dalam setiap laga,” pungkasnya. (rhm/rus)
Cinta Mati PSM

IST Middi Telleng
×