MAKASSAR, BKM– Kepala Badan Kesejahteraan Masyarakat (Kabag Kesra) Pemerintah Kota Makassar, Kamaruddin Munde belum bisa memastikan jadwal pemberangkatan pemenang undian pada program taraweh bersama bulan ramadhan tahun 2015 lalu.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan pertama tahun anggaran 2016 bersama mitra kerjanya di di Komisi D DPRD Makassar, Kamis(28/4).
Kamaruddin mengungkapkan, pihaknya belum bisa memastikan kapan 75 pemenang hadiah umroh pada program taraweh bersama bisa diberangkatkan, pasalnya belum ada waktu yang tepat memberangkatkan calon jamaah umroh hingga beberaa bulan kedepan ketanah suci Makka.
“Beberapa bulan lagi umat Islam dihadapkan pada Bulan Suci Ramadan, setelah itu masuk bulan Dzulhijja. Di bulan-bulan itu kita belum bisa memberangkatkan peserta,” katanya.
Walau begitu ia menjamin seluruh peserta pemenang umroh tetap akan diberangkatkan tahun ini.
“Tidak ada yang bisa menghalangi pemberangkatan ini, anggarannya masih ada. Dan ini adalah panggilan Allah. Semua peserta pemenang merupakan panggilan Allah yang tidak bisa dibatalkan,” ucapnya.
Kamaruddin menyebutkan sebanyak 75 orang peraih hadiah umroh pada program taraweh bersama Pemerintah Kota Makassar pada Ramadan tahun lalu, dengan menggunakan anggaran sebesar lebih dari Rp2 miliar.”Kami meminta warga yang memenangkan undian bisa bersabar dan berdoa, agar secepatnya bisa memberangkatkan mereka,” bebernya.
Selain ditanya soal undian umroh, disisi lain Kabag Kesra dipuji soal realisasi penggunaan aggaran dan program yang telah terlaksana pada triwulan tahun ini, dengan realisasi 13 persen.
Anggota Komisi D Mario David mengatakan, dibanding dengan realisasi dan serapan anggaran pada triwulan yang sama, Kabag Kesra mengalami peningkatan tahun ini dibanding tahun sebelumnya.”Tahun lalu hanya sekitar 7 persen tahun ini cukup meningkat,” singkatnya.
Sementara anggota komisi D lainnya, Iqbal Djalil mengangap program yang telah direalisasi Kabag Kesra belum bisa dirasakan masyarakat.
“Efek langsung dan manfaatnya untuk masyarakat belum terasa, padahal Kabag Kesra ini SKPD yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan langsung masyrakat,” tuturnya.(ita/war)