SOPPENG, BKM — Distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sejumlah Desa di Kabupaten Soppeng menuai masalah. Pasalnya pemerintah masih menggunakan data lama khususnya bagi para penerima bantuan.
Banyak yang namanya terdaftar sebagai penerima tidak lagi berdomisili di desa tersebut bahkan sudah ada yang meninggal. Kades R Gading Sakmawati, SS.MM saat dikonfirmasi mengakui penyaluran KKS oleh pemerintah pusat masih memakai data lama. Padahal setiap desa dan kelurahan telah merivisi data miskin dan hasilnya sudah dikirim melalui Dinas Sosial Kabupaten Soppeng.
”Sudah direvisi dan dikirim ke Jakarta tapi salah juga. Itu karena pemerintah pusat masih menggunakan data lama,” ujar Kades. Kasie Perekonomian dan Kesejahteraan Desa Timusu Rusmina menambahkan KKS mereka terima untuk dibagikan masyarakat sesuai dengan nama yang tertera adalah data miskin yang dulu.
Tapi data itu tidak sesuai lagi karena ada banyak yang sudah meninggal dan pindah alamat. Ironisnya, KIS tersebut mulai berlaku sesuai yang tertera dibalik kartu yakni 2014 – 2019, sehingga menjadi tanda tanya kenapa baru dibagikan. Karena seharusnya mulai dibagikan sejak 2014. (fir/C)