MAKASSAR, BKM–Calon ketua umum (caketum) Golkar jelang Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar Syahrul Yasin Limpo (SYL) belum bersikap terkait hasil rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang telah memutuskan uang mahar untuk setiap kandidat yang akan maju di Munaslub sebesar Rp1 miliar.
Sekretaris Tim Pemenangan SYL untuk Golkar 1, Lakama Wiyaka menegaskan, pihaknya belum mau menanggapi sumbangan yang sifatnya wajib tersebut. SYL bersama tim pemenangannya terlebih dahulu akan melakukan rapat. “Pak Syahrul belum mau bersikap. Kami akan merapatkan barisan dulu. Termasuk membahas soal maju atau tidaknya Pak Syahrul di Munaslub Golkar nanti,”jelas Lakama.
Diketahui, Munaslub Golkar akan diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Mei mendatang. Forum ini menjadi titik akhir proses rekonsiliasi pertikaian di internal partai beringin, meski Menkumham telah mensahkan kepengurusan hasil Munas Bali, yang mengakomodir kubu Munas Ancol.
Sebelumnya, ketua tim pengarah Munaslub Golkar HM Nurdin Halid memastikan setiap calon ketua umum wajib menyumbang dengan nominal Rp1 miliar. Hal ini diputuskan dalam rapat pleno di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Kamis (28/4).
Nurdin menambahkan, panitia juga selanjutnya akan mengirim undangan ke seluruh kandidat karena tahapan Munaslub sudah mulai berjalan. Sesuai prosesnya, panitia langsung melakukan penjaringan calon diawali sosialisasi aturan Munaslub. “Kandidat diundang untuk ketemu kami hari Senin depan untuk dijelaskan tata cara pendaftaran dan kriteria pendaftaran, termasuk tadi yang Rp1 miliar,” ujar Nurdin.
Hal berbeda disampaikan Wakil Ketua DPP Golkar Aziz Syamsuddin terkait mahar Rp1 miliar itu. Azis mengatakan, panitia harus terlebih dahulu merincikan berapa kebutuhan untuk pelaksanaan Munaslub nanti. “Nominalnya belum diputuskan. Kan harus jelas berapa hotel yang dibutuhkan. Termasuk berapa banyak peserta yang harus ditanggung transportasinya,” tandas Aziz yang juga kandidat ketua umum. (rif)