MAKASSAR, BKM — Kanker darah (leukimia) merupakan kanker yang sulit dideteksi. Jumlah penderita kanker darah terus meningkat. Penderitanya paling banyak ditemui pada usia 2 sampai 6 tahun dan orangtua berusia di atas 50 tahun. Penyakit leukimia salah satu kanker yang paling banyak dideteksi pada anak.
Pasalnya, tak banyak orangtua sadar dengan penyakit ini. Selain itu, tidak ada metode khusus untuk memeriksa kemungkinan kanker jenis tersebut. Bila ada pemeriksaan papsmear untuk mengetahui kanker serviks dan mamografi untuk kanker payudara, pada kanker leukimia sampai saat ini belum ada cara mendeteksinya secara dini.
”Kuncinya adalah menemukan penyakit di stadium awal. Sayangnya, banyak pasien kanker yang baru berobat ketika sudah tahap stadium lanjut. Dimana proses pengobatannya menjadi lebih sulit,” kata Winda Anugrah, Konsultan Klinik Pengobatan Tramedica Ratu Givana, ketika ditemui BKM di tempat praktiknya, Jalan Topaz Raya 2, blok F No 50, Panakkukang, Makassar, Sabtu (30/4).
Berbeda penyakit kanker pada umumnya, leukimia adalah jenis kanker cair dan tidak membentuk massa tumor. Tetapi memenuhi pembuluh darah dan mengganggu fungsi sel darah normal. Gejala kanker darah sangat beragam. Tiap penderita biasanya mengalami indikasi berbeda-beda. Tergantung pada jenis kanker darah yang diidap.
Indikasi-indikasi kanker ini juga cenderung sulit dikenali karena cenderung mirip dengan kondisi lain, seperti flu. ”Karena itu, kita perlu mewaspadai gejala-gejala umum yang tidak kian membaik atau mereda, seperti lemas atau kelelahan yang berkelanjutan, demam, menggigil. sakit kepala, muntah-muntah, keringat berlebihan terutama pada malam hari, nyeri pada tulang atau sendi, penurunan berat badan, pembengkakan pada hati atau limpa, muncul infeksi yang parah atau sering terjadi, mudah mengalami pendarahan (sering mimisan, red) atau memar, muncul bintik-bintik merah pada kulit dan kesulitan bernafas. Jika anda atau anak anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera hubungi dan periksakan diri ke dokter. Terutama untuk gejala yang sering kambuh atau tidak kunjung membaik. Sangat penting untuk langsung konsultasikan keluhan anda ke dokter, mengingat leukimia sulit dideteksi karena gejalanya hampir sama dengan penyakit lain seperti flu,” jelas Winda.
Di Tramedica Ratu Givana, kata Winda, juga mempunyai solusi untuk masyarakat yang ingin mencegah secara dini tumor dan kanker. Karena di klinik ini mempunyai racikan ekstrak herbal yang dapat mencegah terjadinya tumor dan kanker. Pengobatan di Klinik Tramedica Ratu Givana, sebelum datang ke klinik kami, untuk pasien kami sarankan membawa hasil rekam medis dari RS.
”Hasil tersebut memudahkan kami untuk menentukan racikan ramuan herbal yang akan kami berikan kepada pasien. Selain mempelajari hasil rekam medis, pasien juga akan konsultasi mengenai keluhan-keluhan yang dirasakan serta riwayat penyakit sebelumnya yang diderita pasien harus kami ketahui. Jadi memang harus detail karena pemberian racikan herbal antara pasian A dan B berbeda. Hasil rekam medisnya bisa langsung dibawa di Klinik Pengobatan Tramedica Ratu Givana,” jelasnya.
Untuk penderita leukemia, tidak usah khawatir. Karena di Klinik Tramedica Ratu Givana mempunyai formulasi ekstrak herbal terstandar internasional. Dimana terbukti mampu menghancurkan dan mematikan sel jaringan kanker yang aktif dalam tubuh. ”Ramuan ekstrak herbal kami, sudah diriset dan diuji klinis diberbagai negara maju dan didatangkan langsung dari negara-negara penghasil herbal terbaik, seperti Mongolia, Brasil, Singapura, dan Tiongkok (Guang Zhou). Tramedica sendiri sudah berpengalaman lebih dari 15 tahun mengobati tumor dan kanker. Sebelum di Indonesia, Tramedica sudah lebih dahulu berkembang di negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Tiongkok, dan Brunai Darussalam. Untuk menambah wawasan tentang tumor dan kanker, masyarakat dapat mendengarkan pembahasan di RRI Pro 1, frekuensi 94,4 Mhz tiap hari Senin pukul 11 sampai 12 siang,” terangnya. (mir)
Kanker Darah Sulit Dideteksi

IST Winda Anugrah