MAROS, BKM — Petugas Sensus Ekonomi tahun 2016 untuk wilayah Kabupaten Maros lebih banyak diisi oleh kaum hawa. Dari 313 petugas Sensus Ekonomi yang direrkrut, 196 diantaranya adalah wanita.
Hal itu disampaikan Kepala BPS Maros Marwanto, usai acara pelepasan petugas Sensus Ekonomi tahun 2016 di Lapangan Pallantikang yang dihadiri Wakil Bupati Maros, HA Harmil Mattotorang, Minggu (1/5).
Marwanto mengatakan, proses perekrutan ini merupakan sistem open rekrutmen untuk seluruh lapisan masyarakat.
“Kita menggunakan sistem open rekrutmen, syaratnya pendidikan minimal SMA. Kemudian syarat lainnya adalah diutamakan masyarakat yang berdomisili di Maros atau kecamatan tempatnya tinggal sehingga petugas tersebut paling tahu kondisi di lapangan saat sensus. Yah petugasnya lebih banyak perempuan,” bebernya.
Sebelum melepas petugas sensus ini, BPS Maros telah melakukan pelatihan di Makassar selama empat hari berturut-turut. Petugas sensus, kata Marwanto, akan melakukan sensus ke masyarakat terkait kegiatan ekonomi diluar aktivitas pertanian. Dia mencontohkan, sensus akan memuat tentang tenaga kerja, klasifikasi ekonomi dan lainnya. Dia juga mengaku kalau jumlah petugas sensus di wilayah Maros terbanyak ke-4 di Sulsel setelah Makassar, Gowa dan Bone.
“Banyaknya petugas sensus menggambarkan potret kegiatan usaha ekonomi di Maros. Artinya kabupaten Maros usaha ekonominya cukup besar,” pungkasnya.
Sementara itu, Wabup Maros HA Harmil Mattotorang meminta agar petugas sensus bekerja serius dan betul-betul mendata sesuai data dilapangan. “Karena hasil sensus ini akan menentukan arah kebijakan pemerintah kedepan. Kalau datanya akurat sasaran program pemerintah tentu juga tepat,” pintanya. (ari-ril)