MAKASSAR, BKM– Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan penutupan sebagian ruas jalan AP Pettarani dan di bawah fly over, Senin (2/5) siang.
Bahkan dari aksi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Makassar Peduli Pendidikan tersebut membuat ruas Jalan AP Pettarani dan Urip Sumoharjo macet hingga 1 kilometer.
Rahman salah seorang warga mengatakan, aksi yang dilakukan mahasiswa pada dasarnya didukung oleh masyarakat, apalagi memperjuangkan kepentingan masyarakat. Hanya saja, aksi tersebut tercederai setelah melakukan penutupan jalan hingga menyulitkan masyarakat beraktifitas.”Kedepan kita harap mahasiswa bisa lebih paham akan kondisi masyarakat, jika jalan ditutup. Masyarakat keluar rumah dengan berbagai kepentingan dan tujuan,” jelas Rahman.
Sementara itu, aksi demonstrasi dalam rangka Hari Pendidikan Nasional juga terjadi di depan Kantor Gubernur Sulsel.
Mereka menolak keras komersialisasi pendidikan yang ada di Indonesia, melaksanakan pasal 31 UUD 1945, dan menolak PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum).
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan harus lebih memperketat pengawasan pada penyelenggara pendidikan yang ada di Sulawesi Selatan dan juga mengambil tindakan tegas terkait banyaknya mafia pendidikan yang ada di Sulawesi Selatan,” ujar Rama, Jenderal Lapangan Aksi.
Program pendidikan gratis, lanjutnya, yang dimiliki setiap daerah di Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan sebagai bentuk upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi lagi-lagi upaya ini tidak memiliki kejelasan dan tidak transparansi penyelenggaraannya.
“Kacaunya penyelenggaraan pendidikan ini pula diakibatkan karena lemahnya pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang ada di Sulawesi Selatan,” tegasnya.
Dia mensinyalir dilakukan oknum-oknum penyelenggara pendidikan yang mengakibatkan banyaknya anak bangsa kita yang tisak mampu melanjutkan pendidikannya.
Demostran meminta untuk bertemu dengan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Namun, diketahui, Gubernur sementara melakukan perjalanan ke luar kota. Akhirnya, demonstran diterima oleh pihak Badan Kesbangpol Sulsel.
Para pendemo diterima Kepala Biro Pemerintahan Umum Hasan Basri Ambarala dan Kepala Biro Pemerintahan Daerah Andi Baso Pangerang.
Selain di Kantor Gubernur, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi juga melakukan aksi demo di beberapa titik seperti di kantor DPRD Sulsel, DPRD Kota Makassar, kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel.(rhm-ucu/war)